Mencatut Sesajen

“Jangan berikan makanan sesajen kepada anak-anak”.

Begitulah amanat penduduk lokal yang kerap mengantar peziarah sancang.

Tidak sedikit peziarah yang mampir ke Leuweung Sancang. Sekurang-kurangnya setiap hari minimal satu orang datang berkunjung. Dan tidak sedikit pula dari mereka yang datang dengan tangan penuh. Maksudnya selain membawa celana dalam, mereka juga membawa properti sesajen.

Umumnya, properti sesajen terdiri dari kemenyan, dupa, dawegan (kelapa muda), telur ayam, cerutu, kopi, kembang tujuh rupa dan juga aneka buah-buahan. Bagi yang mampu biasanya isinya komplit kayak jamu. Tapi bagi yang tidak, telur ayam dan air kelapa juga sudah cukup.

Sepengalaman saya melihat sesajen yang ada di TV-TV, isinya kurang lebih seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Nah klo di sini, ada satu item yang menurut saya rada jarang dilihat. Apakah itu?

Benda itu adalah minuman berkarbonasi. Bisa Fanta, Coca cola, atau Sprite. Lebih parahnya lagi ada yang pernah bawa Bir bintang. Katanya sih minuman-minuman tersebut disukai oleh “karuhun”. Heran? Saya sendiri juga heran.

Setelah minuman berkarbonasi mungkin suatu hari nanti bakat diganti sama minuman isotonik atau minuman energi. Atau mungkin air mineral beroksigen biar pintar. Hahahahaha.

Biasanya sesajen yang dibawa peziarah ditinggalkan begitu saja waktu mereka pulang. Berhubung kami mah peneliti pas-pasan (pas nemu ambil), jadi klo ada sesajen nganggur langsung maen embat aja. Sayang klo dibiarin doang. Takut basi.

Mencatut sesajen orang lain sebenarnya berdampak tidak baik. Katanya sih bikin lemah otak. Maka oleh karena itu, makanan sesajen dilarang diberikan kepada anak kecil. Masak kecil-kecil sudah pikun. Percaya atau ga, itu mah mangga we. Terserah anda. Saya mah seneng-seneng aja dapat fanta gratis.

Tapi klo setiap hari makan sesajen, bisa-bisa AMNESIA. Tatut ah.

2 comments

  1. Nissa Dwi · Oktober 8, 2010

    hahh??masa si??postingan ini serius??moso sajennya minuman2 begituan??hahahah..bener2 ngikuti perkembangan zaman ik
    dan kamu, memanfaatkannya.hohoo

    salam blogwalking

    • Ismail Agung · Oktober 9, 2010

      Postingan ini serius dengan sedikit kelebayan…

      Mungkin penguasa gaib juga up to date sama perkembangan jaman. Hehehe

      salam kenal salam beswan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s