Anak-anak Gambung Mencoba Melupakan Tragedi

Dari Tribun Jabar, 09 September 2009.

DUA anak laki-laki berjalan melintasi Lapangan Bola Gambung, Kampung Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu Selasa (8/9) siang. Di lapangan, belasan tenda pengungsian didirikan. Di satu tenda besar, belasan anak-anak lain tengah bermain.

Dua anak laki-laki itu bernama Muhammad Ilham Saputra (9) dan Rendi Alfiantoni (12). Keduanya nampak ceria. Meski sebenarnya ada kekhawatiran yang terpendam. Kejadian gempa yang melanda tempat tinggal mereka sudah satu pekan berlalu. Namun kepanikan saat bumi bergoyang masih terus membayang.

"Waktu itu saya lagi main di Ciengang," tutur Rendi. Tiba-tiba saja tanah yang dipijaknya bergetar keras. Keasikannya bermain lodong buyar. Ia lalu berlari pulang. Namun langkahnya tak sampai ke rumah.

Karena di Lapangan Gambung, ratusan orang telah berkumpul. "Saya langsung mencari ibu," ujarnya. Tak lama kemudian ia bisa menemukan ibunya.

Lain lagi dengan Ilham. Siswa kelas 4 SDN Gambung ini saat kejadian tengah berada di rumah bersama ibunya. Ibunya lalu membawa Ilham keluar rumah. "Rumah engga rusak. Tapi piring-piring pecah. Pas keluar, kantor RK juga rusak," akunya.

Ilham bahkan sempat menangis ketika sampai di Lapangan Gambung. "Pas nyampe ke lapangan, banyak yang nangis," ujarnya. Sedangkan Rendi mengaku tak menangis meski ia melihat banyak orang yang menangis di lapangan.

Trauma diguncang gempa ternyata membekas di hati mereka. "Masih sieun. Asa inget keneh kajadian kamari (Masih takut. Masih ingat kejadian kemarin)," ucap Rendi. Hal yang sama juga dirasakan Ilham.

Beruntung ada relawan dari yang tinggal di Rumah Pintar. Relawan mencoba menghilangkan trauma di anak-anak meski dengan metode seadanya. Ilham dan Rendi misalnya, mereka diajak bernyanyi-nyanyi atau menggambar.

"Nyanyinya nyanyi ram tam-tam," ujar Ilham dan Rendi sembari menggerakan tangannya. Dengan nyanyian dan cerita yang dibawakan relawan, anak-anak sedikit demi sedikit bisa melupakan kejadian kemarin.

Apalagi anak-anak untuk sementara waktu tidak bisa bersekolah. Sebagian ruangan kelas di sekolah mereka ambruk. "Saya sih pengennya sekolah lagi," kata Rendi yang diamini Ilham.

Ketua Rumah Pintar di Kampung Gambung Maman Sulaeman mengatakan ada 10 relawan yang setiap hari mengajak anak-anak bernyanyi untuk menghilangkan trauma akibat gempa sedikit demi sedikit. Meski dengan metode seadanya, para relawan mencoba anak- anak bisa bergembira dan melupakan kejadia mengerikan yang dialami.

Ketika ditanya apakah dirinya sudah mendengar pemerintah juga akan turun tangan membantu menghilangkan trauma anak dengan menurunkan psikiater, Maman mengaku belum mendengarnya. Namun ia bergembira jika memang ada psikiater dan tenaga ahli yang bisa membantu menghilangkan trauma anak-anak.

Jumlah anak-anak di Desa Mekarsari sendiri mencapai 600 orang. Itu yang terdata dari dua sekolah dasar di Kampung Gambung. "Untuk di sekitar sini ada kurang lebih 200 anak- anak," sebut Maman.

Relawan lain Ismail Agung mengatakan, dirinya telah sempat berkeliling ke beberapa kampung. Di Kalianten, ia mendapati seorang anak yang mengalami trauma cukup berat. "Dia mengalami stress. Kalau dengan suara keras pasti menjerit. Dan efeknya kena lambung," ungkapnya.

Agung, Maman beserta relawan lain mengaku akan terus mencoba menghibur anak-anak agar anak-anak bisa melupakan kejadian gempa Rabu (2/9). "Meski engga punya basic sampai ke psikiater, kami akan terus mencoba. Caranya dengan bermain dan having fun aja," tutur Agung.(tis)

2 comments

  1. iis sugianti · Mei 9, 2010

    Wah, selain pintar, ternyata mas Agung juga relawan ya. Sungguh mulia pekerjaan mas…salam

    • Ismail Agung · Mei 12, 2010

      waduh jangan memuji kepintaran Bu….
      Saya tidak sepintar itu untuk disebut pintar…
      Klo saya pintar mah saya sudah jadi sarjana dua tahun yang lalu. huhuy…

      menjadi relawan, sekedar membagi kebahagian..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s