Kapsul Waktu dan Impian 2009

Saya yakin setiap orang punya impian. Baik itu impian besar, impian kecil, bahkan impian siang bolong. Percayalah, ga ada yang salah dengan bermimpi. Selain masih gratis, tentunya kita bebas untuk memimpikan apa yang memang ingin kita impikan.

Akan tetapi, antara impian dengan realita sebisa mungkin harus disinkronkan. Boleh punya mimpi setinggi langit atau 5 centi dari jidat, tapi klo ga ada usaha mah sama aja dengan berharap Helmy Yahya datang mengetuk pintu rumah. Bahkan, terkadang kita tidak sadar bahwa apa yang saat ini sedang kita lakukan justru semakin mendekatkan kita dengan impian itu sendiri.

Tapi apakah kita sadar dengan apa yang sebenarnya kita impikan? Atau jangan-jangan kita malah lupa dengan impian itu sendiri karena kadung menikmati jebakan rutinitas. Atau mungkin karena kepasrahan hidup membuat kita terpaksa mengalihkan diri.

*****

2008-2009 adalah tahun pelarian bagi saya. Saya hidup hanya untuk mengisi hari dimana pagi membangunkan saya. Tak ada tujuan yang jelas kemana saya akan membawa diri. Hanya mengikuti mulut-mulut yang berbicara.

Perubahan dimulai di penghujung tahun 2009. Bersama kawan-kawan dari Komunitas Sahabat Kota, kami semua menulis pada secarik kertas mengenai impian yang ingin diwujudkan dalam kurun waktu lima tahun. Saya berpikir keras. Mencoba merunutkan impian, dari tanggung jawab yang harus diselesaikan, hingga buaian dan angan-angan. Lalu kami menyimpannya dalam sebuah wadah yang kami sebut kapsul waktu. Menguncinya rapat, hingga batas waktu yang sudah kami tentukan, penguhujung 2014.

Dua tahun sudah waktu berlalu. Sebagian dari impian itu telah berhasil saya wujudkan. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi saya pribadi. Mewujudkan impian kedua orangtua. Menemukan cinta yang membuat saya menyesali kepergiannya. Menemukan petualangan terhebat yang pernah saya alami. Mendapatkan tantangan yang harus saya hadapi.

Dan satu impian lagi akan segera terwujud sebelum pergantian tahun tiba. Impian yang  sangat saya dambakan. Saya tidak menyadari bahwa perjalanan yang saya lalui selama dua tahun ibarat pupuk yang saya berikan untuk kesempatan ini. Kesempatan yang tak mungkin saya lewatkan begitu saja.

Impian, saya akan datang menjemputmu.

11 comments

  1. Agung Rangga · Desember 4, 2011

    setuju dengan kata2nya, impian tak akan terwujud bila tak ada usaha~๐Ÿ™‚
    semangat kak~๐Ÿ˜€

    • Ismail Agung · Desember 5, 2011

      Semangat semangat semangat pantang kendur…

  2. ceritabudi · Desember 4, 2011

    Yang penting mau berjuang untuk mewujudkannya

  3. muamdisini · Desember 5, 2011

    saya bermimpi, maka saya hidup…
    saya hidup untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi…
    salam…

  4. thisisrizka · Desember 5, 2011

    Saya punya kapsul waktu tahun 2006, tapi…yah saking bulukannya, sampe lupa di mana naruhnya. Hahaha

  5. crazyhusband · Desember 6, 2011

    asal jangan mimpi basah aja mas wkwkw..
    insya allah 2 bulan lagi impian saya mendapatkan si kecil buah hati akan segera terwujud insya allah..
    semoga impiannya cepat terwujud mas..aamiin

    • Ismail Agung · Desember 8, 2011

      Mimpi basah jangan dilarang mas, itu mah natural dan biologis hehehe.

      Good luck buat impiannya๐Ÿ™‚

  6. Biolog · Desember 11, 2011

    mantap. semoga kecapai sampe yang 2014, bahkan impian2 selanjutnya.. amiin
    hehehe.
    mimpi = motivasi…
    tapi jangan lupa untuk bangkit ketika banyak bermimpi lalu berusaha menggapai mimpinya…
    hidup mimpi.. ^0^

  7. Di Jual Rumah · Desember 16, 2011

    nice gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s