U.D.J.O

Saya terpukau saat mendengar cerita yang disampaikan Saung Angklung Udjo saat membuka acara Beswan.

Bukan karena atraksi bermain Angklung-nya. Tapi karena UDJO.

Ya UDJO, empat huruf tersebut.

Ternyata nama tersebut bukanlah sekedar nama bagi sebuah perusahaan dan yayasan budaya SAUNG ANGKLUNG UDJO. Nama tersebut sarat akan makna.

Cerita tentang UDJO dimulai dengan sebuah cerita dari tokoh Parahyangan, yaitu Si Kabayan. Dialkisahkan waktu itu, Udjo yang sedang jalan-jalan bertemu dengan Kabayan yang sedang sibuk menggali lubang. Dihampirilah Si Kabayan.

“Hey Kabayan, kamu sedang apa?” tanya Udjo.

“Sedang menggali lubang,” jawab Si Kabayan.

“Buat apa?” tanya Udjo kembali.

“Buat nanam pisang,” Kabayan menjelaskan.

“Terus kalau pisangnya sudah kamu tanam dan berbuah mau diapakan?” tanya Udjo semakin penasaran.

“Buahnya ya saya makan, buat energi.”

“Energi. Energi  buat apa maksud kamu?” tanya Udjo keheranan.

“Ya energi buat bikin lubang lagi buat nanam pisang lagi atuh Kang!” seru Kabayan.

Sepertinya hidup Kabayan tidak akan pernah lepas dari keempat hal dasar yang sering ia lakukan.

Menggali-menanam-memanen-memakan—> lalu kembali ke proses awal lagi.

Begitulah terus berulang-ulang. Tidakkah itu tampak sebagai sesuatu yang membosankan?

Begitu pula dalam hidup saya saat ini. Tidakkah hidup saya cukup membosankan dengan rutinitas atau nasib yang itu-itu saja?

Setiap manusia selalu ingin berubah. Berubah menuju ke arah yang lebih baik.

Hal tersebut lalu ditanyakan ke Si Kabayan.

“Kamu mau hidup berubah ngga?” tanya Ujdo kepada Kabayan.

“Ya mau atuh, siapa juga yang mau begini terus!” jawab Kabayan.

“Tapi harus bagaimana?” tanya Kabayan bingung.

“Bisa, asal kamu kudu (harus) U.D.J.O!”

“Maksud na?”

“Kalau mau berubah, simpan kata U.D.J.O dalam diri kamu.”

“Teu ngarti sayah (nggak ngerti saya)!”

“Dengerin, U yang pertama, harus ULET,”

“D yang kedua, harus DISIPLIN,”

“J yang ketiga, harus JUJUR,”

“O yang keempat, harus OPTIMIS,”

“Kumaha? Ngartos?” (bagaimana? mengerti?)

“Ngartos Kang!” seru Kabayan.

“Tiasa dicobi (bisa dicoba)?” tanya Udjo meyakinkan.

“Insya Allah tiasa,” jawab Kabayan dengan senyum di bibir.

Lalu pergilah Si Kabayan dengan kata U.D.J.O di dalam hatinya.

Dan tak berapa lama kemudian, Akhirnya Kabayan nonggol di film bersama Nyi Iteung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s