Awas! Potensi Penyakit Pada Kukang Yang Dipelihara
3 November 2011
Sejatinya, Kukang adalah satwa yang tidak seharusnya dipelihara. Namun hingga kini banyak orang yang memeliharanya. Alasannya pun macam-macam, dari sekedar tertarik karena keimutannya hingga alasan ketidaktahuan si pemelihara akan jenis satwa tersebut. Namun bicara tentang potensi penyakit, saya rasa ini adalah hal yang semua orang harus tahu sebelum mereka memutuskan untuk memelihara dan membahayakan dirinya.
Kukang (bukan Kuskus) termasuk ke dalam bangsa Primata dimana satwa ini memiliki kekerabatan yang cukup dekat dengan manusia. Maka oleh karena itu, baik secara fisik maupun genetik berbagai jenis penyakit seperti bakteri, virus, dan parasit akan lebih mudah menular antara kita dan satwa primata (saya menyebutnya zoonosis).
Salah satu penyakit yang sering ditemukan pada Kukang yang dipelihara adalah cacingan. Cacingan sering dianggap hal yang sepele, padahal dalam kondisi parah dapat mengakibatkan kematian pada satwa. Stress pada Kukang dapat memicu meningkatkan potensi cacingan. Seringkali kukang peliharaan mendapat kontak fisik dengan si pemelihara, ditempatkan pada kandang yang tidak cocok untuknya, hingga berbagai macam perlakuan yang tentunya tidak sesuai dengan kondisi fisiologis dan tingkah lakunya alaminya.
|
|
Cacing Strongyloides adalah jenis cacing yang sering ditemukan pada Kukang. Cacing ini dapat menular antar satwa dan manusia, dan secara klinis menyebabkan bengkak gatal kemerahan pada kulit apabila larva cacing ini berpindah melalui kulit.
Jika larva cacing berpindah melewati paru-paru, maka potensi penyakit yang ditimbulkannya adalah kerusakan alveol paru-paru, pneumonia, hingga asma. Tidak hanya itu saja, diare dan kerusakan hati pun bisa disebabkan oleh cacing Strongyloides.
Dengan resiko penyakit tersebut, Kukang tidak dapat bertahan hidup lama dalam pemeliharaan manusia. Andai pun kukang bisa bertahan hidup lama, maka potensi penularan penyakit antara Kukang dan Manusia akan semakin besar. Dan tentu saja, anak-anak adalah korban yang paling mudah untuk terjangkiti.
Masih berminat untuk memelihara Kukang?
Apakah anda mau mengambil resiko tersebut?
Lebih baik urungkan niat anda untuk memelihara. Biarkan Kukang hidup bebas di alamnya. Dengan begitu anda telah turut berperan untuk menjaga kesehatan dan upaya pelestarian.
*tulisan ini dibuat berdasarkan bincang-bincang dengan dokter hewan yang selama ini menangani Kukang di pusat rehabilitasi.






3 November 2011 at 11:32 am
Astaga…. pawang Kukang harus hati2…
3 November 2011 at 4:28 pm
yup betul, musti hati-hati… lebih baik jangan pelihara deh. Itu lebih safety.
3 November 2011 at 4:31 pm
yippie….
10 November 2011 at 10:23 am
waahhh mesti hati2 tuh…mencegah lebih baik daripada terlanjur
11 Januari 2012 at 10:21 pm
Buat pencerahan aja
Jangankan pelihara kukang, pelihara kucing aja lebih beresiko tinggi buat kita terjangkit penyakit, bahkan lalat pun yang lewat di sekitar anda dapat menyebabkan penyakin, nyamuk sekalipun! Lebih parah lagi, jadi sebenernya sih tergantung dari kitanya bisa rawat diri sendiri atau ga.
13 Januari 2012 at 3:48 pm
betul pak dokter..
26 Maret 2012 at 9:47 pm
betul bilang aja pengen punya kukang tapi gak kesampean,,,,wuuuuuuuuu kucing tu lebih parah lagi penyakitnya termasuk anjing
7 Mei 2012 at 2:07 pm
kalo udah terlanjur di pelihara gmna donk,,,,,,,
7 Mei 2012 at 5:52 pm
Lapor dan serahkan kepada BKSDA (Balai Konservasi Sumberdaya Alam) setempat. Lebih baik menyerahkan secara sukarela ketimbang disita. Bisa-bisa kena denda sesuai UU yang berlaku.