Menggambar di Akhir Tahun 2015

Kemarin itu ceritanya saya diberi tugas pertama sebagai tim edukasi dan penyadartahuan untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap satwaliar dilindungi di Medan. Kegiatan ini sendiri dilakukan terkait hasil riset sosial oleh tim analis sosial terhadap persepsi masyarakat medan mengenai hasrat untuk menyimpan satwaliar dilindungi sebagai hewan peliharaan.

Ternyata hasil dari riset menyimpulkan bahwa perlu adanya sebuah edukasi dan penyadartahuan bagi masyarakat medan mengenai satwa liar dilindungi supaya mereka enggan memelihara. Misi utamanya tentu saja mengenalkan Kukang, tapi disamping itu ternyata isu satwa liar terhadap spesies kunci seperti Orangutan, Harimau, Siamang dan Kucing Hutan juga perlu diberikan.

Berhubung materi edukasi mengenai satwa lainnya belum ada, maka perlu dibuat sebuah materi baru yang berisikan keempat satwa tadi. Dalam keadaan waktu yang terdesak, terpaksa saya mengeluarkan sekill corel draw saya yang sudah lama vakum untuk membuat infografis mengenai satwa liar di atas.

Berikut adalah hasil desain poster dan stiker yang saya buat.

infografis orangutan infografis siamang
infografis Harimau
infografis kucing hutan infografis kukang

STIKER KAMPANYE MEDAN

Beberapa dari desain di atas ada yang memang saya buat sendiri. Namun ada juga desain yang saya jiplak dan modifikasi dari desain desain yang sudah bertebaran di dunia maya.

Bagi yang berminat, silakan saja pakai desain yang sudah saya buat dengan tujuan sebagai sarana edukasi dan penyadartahuan. Anda bebas memperbanyak dan atau menyebarluaskan.

Semoga bermanfaat.

Yang Muda Ikut Peduli

#SaveKukang

Sewaktu kampanye kukang kemarin di Bandung, saya sempat berkenalan dengan seorang sukarelawan yang masih terbilang muda. Namanya Nugi, usianya mungkin baru sekitar 13 tahun. ABG. Saya yakin, dia klo kencing pasti berlari karena gurunya kencing berdiri.

Jadi ceritanya, dia sebagai sukarelawan muda di kegiatan kampanye penyadartahuan kukang kemarin memang ikut terlibat sebagai bagian dari tugas sekolahnya yang mengharuskan siswanya untuk magang. Keren ya, anak SMP udah disuruh magang. Lebih kerennya lagi hanya dia satu satunya yang ikutan magang di lembaga non profit tentang pelestarian satwa liar yang menjadi inisiator kegiatan kampanye tersebut.

Yang paling menarik dari keterlibatan Nugi adalah tadi pagi ketika saya membuka facebook, saya mendapati sebuah gambar yang mana isinya adalah hasil laporan Nugi selama magang. Seperti pada gambar di bawah ini.

masih mau pelihara kukang

Berdasarkan gambar di atas, Nugi memaparkan bagaimana mata rantai ancaman terhadap kukang di alam membentuk sebuah siklus yang tiada akhir. Pun demikian, upaya penyelamatan kukang melalui rehabilitasi dan pelepasliaran tetap tidak akan menghilangkan siklus yang terjadi.

Selama satu hari kebersamaan saya dengan Nugi, saya tahu bahwa Nugi ikut karena tugas sekolah. Tapi saya justru tidak melihat hal tersebut sebagai alasannya. Saya justru melihat sosok Nugi yang ikut terlibat karena tergugah empatinya.

Nugi bisa merasakan bahwa kukang kukang yang dipaksa menjadi hewan peliharaan adalah kukang yang menderita. Nugi mengerti bahwa upaya penyelamatan kukang yang sudah pernah dipelihara untuk dikembalikan ke habitatnya itu tidak mudah. Nugi paham betul bagaimana mata rantai setan perburuan dan perdagangan kukang sebenarnya bisa diselesaikan secara sederhana melalui kesadaran masyarakat untuk berpaling dari rasa ingin memiliki kukang sebagai peliharaan.

Dan dari satu orang Nugi, ia telah berbagi kepedulian kepada teman teman di sekolahnya. Mengajak teman temannya untuk berpikir cerdas, kritis dan berperan aktif dalam upaya penyelamatan satwa liar.

Jadi,

kamu MASIH MAU PELIHARA kukang?

#SaveKukang

image

Saya mendukung untuk menyelamatkan Kukang. Yuk ah follow @kukangku dan suarakan dukunganmu untuk Kukang.

Penangkaran dan Ternak Kukang, Mungkinkah?

the javan slow loris conservation program

Di blog ini, ada satu postingan yang paling banyak dikunjungi oleh pemirsa jagad dunia maya, yaitu postingan mengenai potensi penyakit pada kukang yang dipelihara. Klo sempet nge-search via google dengan kata kunci KUKANG, setidaknya postingan tadi nangkring di halaman utama.

Maksud dari membuat postingan tersebut tentu saja untuk memberikan informasi seluasluasnya kepada masyarakat umum perihal baik buruknya memelihara kukang. Bukan maksud menakut nakuti, tapi ini adalah fakta yang saya dapat dan bersumber langsung dari dokter hewan yang selama ini bertugas menangani kukang di pusat rehabilitasi.

Pro-kontra tentu saja ada. Melalui kolom komentar, banyak opini yang dilontarkan. Mungkin sebagian ada yang tersadarkan, sebagian lainnya memang sudah sadar, sebagian yang lain masih keukeuh dengan kekontraannya.

Oke, saya termasuk individu yang tidak setuju dengan yang namanya kukang untuk dipelihara. Alasannya banyak, mulai dari segi kesehatan, segi konservasi, hingga dari segi kesejahteraan satwa. Bagi yang keukeuh sumereukeuh, tetap saja alasan tersebut belum tentu bisa diterima. Sampai mulut berbuih pun.

Kadang saya jadi bingung sendiri, mau menjelaskan dengan cara apa lagi.

Dari sekian banyak komentar yang masuk, ada juga yang cukup terbuka dengan sebuah wacana berupa ide yaitu menernakan (ternak) kukang atau istilah kerennya penangkaran. Konsepnya mungkin sama seperti penangkaran buaya muara, burung jalak bali, rusa bahkan arwana.

Kenapa tidak dengan penangkaran kukang?

Setidaknya dengan adanya penangkaran kukang, keberadaan dan ancaman kukang di alam bisa ditekan. Para peminat pemelihara kukang tentu saja tidak lagi harus memelihara kukang ilegal. Mereka bisa beralih ke kukang hasil penangkaran yang telah disertifikasi.

Begitulah kiranya garis besar ide menangkarkan kukang yang disampaikan oleh salah seorang komentor.

Apakah ide penangkaran kukang bisa dilakukan? Baiklah, sebelum saya menjawab bisa atau tidaknya, mungkin saya akan coba riset probabilitasnya terlebih dahulu.

Berhubung saya tidak bisa menjawabnya sekarang, dan saya akan cari cari dulu informasi perihal ternak menternak. Maka oleh karena itu, beri saya waktu untuk mengumpulkan data.

Tapi kalau ada yang punya ide, pendapat, informasi atau hal hal yang terkait. Boleh dong berbagi di kolom komentar.

Moni, you’re safe now

lutung jawa

Dia duduk di sisi jalan yang penuh dengan bising lalu lalang kendaraan. Bergerak hilir mudik dalam keterbatasan tali rantai yang membelenggu lehernya.

Di depannya tersaji semangkuk nasi campur kecap yang disediakan oleh sang penjual sebagai makan siangnya. Jelas bukan makanan yang sesuai untuk seekor lutung yang porsi makan alaminya adalah  dedaunan dan buah-buahan.

Dan sore di hari jumat itu, nasibnya takkan lagi sama. Si Lutung kecil telah terbebas dari belenggu dan asap kendaraan. Ia telah diselamatkan dari nasib buruk perdagangan satwa.

Untuk selanjutnya, si lutung akan di bawa ke pusat rehabilitasi primata jawa. Di sana dia akan diperlakukan selayaknya lutung yang ada di alam. Dan tidak menutup kemungkinan dia akan dikembalikan ke habitatnya. Di hutan.

Dan kami memberimu nama Moni.

 

berita terkait

Pikiran Rakyat : http://www.pikiran-rakyat.com/node/229816

Inilah.com : http://m.inilah.com/read/detail/1975001/kuasai-satwa-langka-didenda-rp200-juta-dan-penjara

Galamedia : http://www.klik-galamedia.com/bksda-gagalkan-perdagangan-satwa-dilindungi