Ketika Salah Jadwal Kereta

Saya sebenarnya mau tutup kisah perjalanan saya di Jawa Timur. Tapi ternyata, perjalanan saya belum berakhir. Tragis dan bodoh sekali lah kalau diingat ingat.

Jadi setelah dapat tumpangan dari mas Arif, saya dengan percaya diri akhirnya bisa mengejar jadwal kereta pulang jam 19.00. Begitu masuk di pos pemeriksaan tiket. Petugas peron bertanya ke saya,

+ : mas mau kemana?

– : ke Bandung.

+ : tapi mas, ini keretanya harusnya tadi jam empat.

Jeger! Saya tidak percaya, saya cek sendiri. Dan memang benar. Ternyata tiket kereta pulang saya bukan kereta malam Mutiara Selatan, tapi kereta malam Turangga yang berangkat tadi sore. Hazig.

Saya baru ingat. Waktu itu saya memesan tiket memang memilih untuk pulang dengan kereta Turangga, bukan Mutiara Selatan. Karena masih ada sisa waktu sebelum kereta benar benar berangkat, saya bergegas ke loket dan memesan tiket dadakan. Sayangnya tiket tidak tersedia, pun untuk perjalanan paginya.

Saya bingung.

Teman yang saya kenal di Surabaya tidak mungkin memberikan tumpangan menginap karena mereka perempuan (uhuk muhrim). Phonebook saya scroll, mengingat ingat siapa tahu ada teman yang tinggal di Jawa Timur. Dan akhirnya pilihan jatuh ke teman kampus yang saat ini bekerja di Kediri.

Saya coba mengontak dia, untunglah dia merespon dan berkenan menampung. Lagipula jarak menuju Kediri itu tidak terlalu jauh, hanya 3 jam perjalanan.

Sejenak saya berpikir, sepertinya saya tidak perlu buru buru untuk pulang ke Bandung. Mungkin ada baiknya jika perjalanan pulang ini saya lakukan sembari berkunjung ke tempat relasi dan kawan yang sudah lama tak saya kunjungi.

Akhirnya saya berkunjung ke Kediri ke tempat kawan saya Ramdhan. Di Kediri saya menghabiskan waktu 2 hari di kosan Ramdhan dan mampir ke sebuah tempat yang bernama Simpang Lima Gumul.

DSC_0135 DSC_0139

DSC_0129

Setelah dari Kediri saya melanjutkan perjalanan ke Jogja. Di sana saya bertemu beberapa kawan dari berbagai macam latar yang berbeda. Ada Nanta, teman sewaktu kuliah dulu. Lalu RR yang dulu pernah bertautan hati di Bandung. Lalu ada mbak IN yang lagi sibuk S3. Lalu ada VS yang lagi galau akan pernikahannya.

Every person i met has different story. Iyalah masa iya setiap orang punya kisah yang sama. Kalau kisah semua orang sama, dunia ini bakal hambar rasanya. Tapi tetep sih, obrolan yang paling lazim itu ada 3 hal sih.

  1. tentang sedang ngapain sekarang
  2. tentang pekerjaan
  3. tentang cinta cintaan

Ga jauh dari itu itu aja lah.

Di hari terakhir, saya menghabiskan waktu dengan Novita yang dari Surabaya. Kebetulan dia juga sedang di Jogja karena ada urusan pekerjaan. Dan kami jalan jalan ga jelas di Jogja, yang juntrungnya cuman makan di Rumahnya Raminten.

Finally, this journey has to close.

Saatnya pulang ke Bandung membawa cerita.

DSC_0145

Makan siang di Bebakaran

DSC_0149

Curhat malam antara Tintin dan Stitch

DSC_0150

Sarapan di Raminten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s