Bakeology, tempat ngumpul anak Cikajang

bakeology

Dalam perjalanan pulang dari Sancang menuju Bandung, saya memutuskan untuk turun di pertengahan jalan. Saya sengaja turun di sebuah kota kecil, atau tepatnya sebuah kecamatan di Garut yang bernama Cikajang. Mungkin bukan tempat yang populer bagi rakyat Indonesia. Tapi ketahuilah, tempat ini menyimpan.. ah sudahlah.

Saya turun di Cikajang dengan maksud hati untuk mampir di sebuah kafe kecil yang dimiliki oleh kawan saya. Tepatnya dia adalah kawan baru sewaktu berwisata di Festival Budaya Dieng, Juli lalu. Komunikasi yang masih terjalin akhirnya bermuara pada ajakan mampir di kafe kecilnya yang baru dibuka sepulangnya dari Dieng.

Nama kafenya adalah Bakeology. Sebuah nama yang secara filosofis mengandung makna ilmu membikin kue. Jelas saja nama itu diberikan, toh Tia selaku owner Bakeology adalah lulusan ilmu tata boga.

Kafe kecil minimalis dengan konsep lesehan ini secara desain interior cukup menarik untuk memanjakan pengunjung betah berlama lama. Terutama bagi anak muda Cikajang yang sepertinya butuh tempat nongkrong kekinian yang bisa memanjakan mereka yang ingin makan cantik atau duduk manis tanpa khawatir diserbu deru asap jalanan.

bakeology

Ruangan yang bernuansa putih dengan ornamen wallpaper bak di negeri musim cherry, dapur kayu, lampu gantung dengan cahaya temaram keemasan, colokan listrik, dan mungkin ke depannya butuh free wifi agar bisa menarik muda mudi yang fakir kuota supaya bisa mampir untuk sekedar update status.

Pokoknya, bagi saya melihat Bakeology di sebuah kota kecil bernama Cikajang seperti melihat Feni Rose mengatakan “mungkinkah”.

ramenmojito

Saya tidak percaya, tapi itulah kenyataannya. Bakeology di Cikajang adalah sebuah kesegaran segelas Mojito dingin, kehangatan semangkuk Ramen pedas level 2, warna warni roti bakar berbalut Nutella, dan masih banyak lagi menu yang belum saya coba secara gratis.

Mencari Bakeology di Cikajang sebenarnya tidak cukup sulit. Mudah saja. Coba saja kamu cari Telkom Cikajang di google maps dan berjalanlah sekiranya 20 langkah dari sana. Maka kafe kecil ini akan terlihat mencolok dengan pagar pagar putihnya seperti rumah di musim cherry.

DSC_9127

Gerombolan Cikajang saat ber-vakansi di Dieng.

Dari kiri ke kanan: kodok, tia, betok, luthfi (jangan tanya kenapa namanya seperti itu)

Ps: Hatur nuhun untuk Tia dan Luthfi yang dengan senang hati menampung saya semalam serta menikmati beberapa hidangan khas Bakeology. Terkadang sebuah meja kecil bisa bercerita banyak tentang mewujudkan impian. Dan sebuah keripik kentang bisa menjadi teman yang asik diperjalanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s