Kukang Bukan Untuk Dipelihara (sebagian cerita dari Indo Pet Expo 2015)

Hari jumat tanggal 11-13 september ini saya ikutan nongol dalam acara Indo Pet Expo yang digagas oleh PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia).

Di sana saya hadir ikut membantu program kampanye YIARI (Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia) mengenai kukang. Penting memang bagi YIARI untuk masuk ke dalam event event semacam ini dimana masyarakat yang menyatakan cinta, sayang, peduli terhadap binatang tidak salah kaprah untuk memelihara.

Sebagai relawan di event ini, selama tiga hari saya bertugas memberikan edukasi dan penyadartahuan kepada setiap pengunjung yang hadir. Hampir kebanyakan dari pengunjung memang belum pernah melihat kukang, tapi sebagian dari mereka ada yang mengenalinya dengan nama kuskus.

Pengetahuan masyarakat akan kukang masih sangat rendah, sehingga masyarakat kadang percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh oknum penjual kukang. Pengunjung yang pernah melihat kukang biasanya menemukan mereka dijual di beberapa tempat seperti pasar burung, jalur puncak, bahkan di aktivitas mingguan car free day.

Miris memang, apalagi kukang-kukang yang dijual dan dijajakan oleh pedagang memang terlihat jinak karena merangkul lambat dan manja di lengan si pedagang. Karena terlihat jinak itu pula makanya tak segan orang ingin memeliharanya dan merasa mudah untuk mengurusnya. Padahal, kukang kukang yang terlihat jinak itu sebenarnya hidup dalam  keadaan pasrah. Gigi gigi kecil yang tajam dan berfungsi sebagai pertahanan diri mereka sudah dipotong paksa. Kondisi kehilangan ini membuat kukang menjadi tak berdaya.

irfan hakim mendukung pelestarian kukang

Selain itu juga ada kukang yang sengaja dipamerkan oleh komunitas yang mengatasnamakan pencinta kukang aka kukang lovers.

Terkadang yang pake lovers ini agak ngeyel. Secara pengetahuan, kebanyakan dari mereka sudah paham benar bahwa sebenarnya kukang itu dilindungi dan dilarang untuk dipelihara. Tapi ya gitu, mereka selalu berdalih bahwa tindakan memelihara kukang itu benar dan harus dibenarkan. Di sini memang ada pemahaman yang salah dan terlalu dipaksakan.

Untungnya di Expo ini tidak ditemukan orang yang membawa kukang. Wah kalau ketemu ada yang bawa, bisa langsung ditindak dan disita.

Dari panitia acaranya sendiri juga sudah memberikan himbauan bahwa satwa eksotik dilindungi dilarang untuk terlibat dalam acaranya. Meski begitu, pada kenyataannya ada juga yang sengaja membawa satwa primata sejenis Langur (Presbytis sp.), dan lolos masuk ke dalam area Expo. Agak menyebalkan sih, karena si pemelihara berdalih bahwa primata tersebut berasal dari luar negeri. I bet you lie dude.

Di hari terakhir Expo, tim dari YIARI menyediakan waktunya untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyerahkan kukang. Ya siapa tahu ada pengunjung yang tidak tahu, tapi setelah melihat kampanye YIARI menjadi tercerahkan dan berniat menyerahkan kukang ke BKSDA. Apalagi dari pihak BKSDA juga hadir dan memberikan apresiasi khusus kepada mereka yang sadar untuk mengembalikan tanpa perlu melalui proses hukum.

Tapi sampai akhir acara ditutup, ternyata tidak ada satupun yang menyerahkan Kukang. Semoga saja memang tidak ada pengunjung Pet Expo yang memelihara kukang. Eh, tapi ada juga yang jujur mengakui pernah memelihara kukang dan menyesal karena kukang yang dipelihara ternyata pada akhirnya mati.

Baiklah mungkin segitu saja catatan kecil sewaktu helaran Indo Pet Expo 2015 kemarin. Pesan sponsor, jangan pelihara Kukang karena masih banyak anjing dan kucing yang ditelantarkan (colek Animal Defender).

Ps: ada Musang lovers aka p3mi yang hadir juga. Denger denger sih mereka sempet dilarang untuk masuk. Tapi ternyata mereka bisa lolos check point dan masuk area Expo. Kalau lolos check point, berarti musangnya sehat meski ada yang obesitas. Peace bro.. Salam wangi hehehe.

Info lebih mengenai kukang bisa nonton video berikut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s