Menolong

Kejadian ini terjadi beberapa hari lalu ketika saya sengaja pergi ke kota untuk mengurusi beberapa hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan pribadi sih.
Jadi waktu itu, saya hendak pergi ke Balubur. Kalau pergi ke kota saya cenderung untuk menggunakan jasa transportasi yang pabalatak yaitu angkot. Alasannya karena saya ga pede untuk mengendarai motor di keramaian, terus rasanya cape klo harus sakit menyalip di antara hiruk pikuk manusia yang ter-mesin-isasi, dan yang paling utama, saya ga punya SIM.

Di dalam angkot saya baru ngeh. Ternyata hari itu adalah sabtu. Hari paling hectic di kota Bandung. Saya sampai diturunkan dengan sengaja oleh supir yang menyerah pada jalanan dua kali oleh angkot dengan jurusan yang sama.

Pada pemberhentian yang kedua ini kebetulan saya barengan dengan seorang penumpang penyandang tuna netra. Setengah kebingungan karena diturunkan di tengah jalan, dia bertanya “Ini dimana?”

Saya bingung jawabnya, karena saya tahu jalan tapi ga tahu nama. Dengan sigap saya lalu memegang lengannya dan menuntunnya ke trotoar. Dalam kondisi jalan yang macet, tentu bukan perilaku baik jika mengtakacuhkan beliau kebingungan di tengah jalan yang penuh dengan pengemudi tak sabaran.

Saya tanya beliau,
“Mau kemana A?”
“Ke Cikapayang,” jawabnya.
“Ya sudah A, kita cari angkot di depan. Ikuti saya dulu.”

Beliau mengeluarkan tongkatnya dan saya menuntunnya naik ke jalan trotoar. Kalau diingat ingat, trotoar saat itu juga tidak begitu ramah pagi penyandang disabilitas. Trotoar penuh dengan motor yang diparkir. Menyisakan sedikit ruang untuk pejalan kaki yang harus berhati hati agar tidak jatuh ke selokan yang dalam.

Beberapa kali saya menengok ke belakang. Memastikan si Aa tidak jatuh terjerembab ke dalam selokan atau langkahnya terhadang oleh ban ban motor yang menjorok tak beraturan.

Klo sedang menuntun pacar *ehem dulu*, biasanya jalan saya cepat. Tapi kemarin itu, saya benar benar memperhatikan langkah saya.

Di tengah kemacetan, beruntung masih ada angkot di depan yang kosong. Saya lalu menuntun si Aa sampai pintu masuk. Dan menitipkannya ke pak supir.

Berhubung jarak saya ke lokasi yang dituju lumayan lah sudah dekat. Saya  memutuskan untuk jalan kaki saja. Meninggalkan si Aa, angkot dan kemacetan di belakang saya.

Setelah urusan di Balubur kelar. Saya memilih untuk pulang. Karena jalanan masih kurang ajar macetnya, saya jalan kaki lagi dari Balubur ke BIP. Lumayan deket lah itu mah.

Sesampainya di rumah, saya kemudian mengambil motor odong odong yang biasa saya pakai bertugas untuk kembali ke kantor (anggap saja kantor). Motor GL PRO tahun 93 klo ga salah. Motor punya kantor sekaligus motor kopling pertama yang akhirnya lihai saya kendarai.

Di tengah perjalanan. Tiba tiba si GL mati. Bensinnya cekak. Ah sial. Pom bensin terdekat sekitar 500meter klo ga salah. Terpaksa saya dorong di tengah cuaca yang mulai tidak bersahabat.

Di depan saya, tiba tiba ada motor yang berhenti dan memutar arah. Padahal itu jalan satu arah loh. Dia kemudian berhenti di samping saya.

“Kenapa A?”
“Bensinnya habis,” jawab saya singkat.
“Saya dorong step ya A?” tawar dia (maksudnya mendorong menggunakan motornya, dengan sebelah kakinya menempel di step belakang motor saya).
“Oh boleh,” jawab saya sambil menaiki si GL.

Dia kemudian memutar motornya dan mendorong dari belakang.

Syukur ada yang mau bantu. Kalau saya harus dorong sendiri sih tidak masalah. Tapi pertolongan ini justru meringankan beban saya. Saya tidak harus berbecek-becekan menuntun motor melalui kubangan kubangan air yang mengenang di jalan.

Di perempatan jalan, atau tepatnya di depan pom bensin kami berpamitan. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas bantuannya.

Dalam perjalanan, saya jadi teringat kembali tentang kejadian sebelumnya  di Balubur. Mungkin ini karma. Kita tak pernah tahu kapan seseorang akan menolong kita, maka mulailah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s