My Backpack

Membaca postingan teman eh senior saya di sini jadi kepengen juga ah buat cerita tentang backpack/ransel yang sudah menemani saya selama ini.

Kalau dirunut dari saya masih bocah ingusan sih saya ngga bakal inget udah berapa ransel yang pernah saya pakai. Tapi selama satu dekade ke belakang, saya punya tiga ransel yang masih bertahan dan dipakai hingga sekarang.

DSC_4936

Yang paling baru ada daypack semi-carrier Consina tipe Northern 45 L. Terbilang baru setahun (2013). Selama ini sih baik baik saja. Belum banyak kerusakan akibat pemakaian. Kelebihannya ada di bantalan busa di area besi penyangga, sama ekstra pocket di pinggang dan di bagian dalam kepala ransel lumayan buat nyimpen barang penting terhindar dari tangan jahil.

Kekurangannya ada pada berat karena pake besi penyangga, tapi kalau sudah nempel di punggung sih ga begitu berasa. Pengunaan tali karet untuk mengatur lebar ruang isi ransel menurut saya kurang efektif, lebih ngepas klo pake strap/tali pengikat yang ada di samping. Overall cukup nyaman lah untuk dipake, walau terkadang ribet karena ukurannya ternyata gede juga klo dipakai desak desakan di pasar.

Sampai saat ini Northern belum banyak jalan jalan selain sekitaran pulau Jawa aja. Tapi udah cukup lah di ee-in sama owa.

DSC_4933

Rei, tipe Stanley 40 L.

Ini ransel pembelian tahun 2011. Cikal bakal model ransel yang saya suka hingga sekarang. Jadi ceritanya waktu itu tahun 2010 saya ikutan rombongan ekspedisi sama orang orang kulit putih, terus ngelihat mereka pake tas semi-carrier yang ga pake banyak zipper jadi kepengen. Asyik aja ngelihatnya klo dibawa jalan.

Sepulang ekspedisi barulah saya nyari ransel model semi-carrier. Agak ngaco juga sih, karena biasanya saya ga terlalu doyan sama warna merah. Karena ngebet pengen punya dan entah mungkin waktu itu yang ini kebilang paling murah dan kapasitasnya cocok cuman ini doang, jadilah saya ambil.

Satu bulan setelah pemakaian barulah terasa ketidakcocokannya. Terutama di bagian besi penyangga. Bikin sakit karena pinggang saya selalu bergesekan sama besi yang tidak dilindungi apa apa. Saya coba lapisi dengan lakban untuk meminimalisir dampak gesekan di pinggang, ternyata hanya sementara.

Belum lagi bagian dalam yang berupa lempengan plastik agar ransel kokoh , sepertinya kurang rapi jahitannya atau entah gimana jadinya menonjol dan menusuk nusuk pinggang.

Memasuki usia dua tahun, resletingnya mulai bermasalah. Hingga akhirnya patah dan harus dijahit baru. Ditambah lagi sama kekuatan bahan kainnya yang saya rasa makin ke sini makin tipis aja.

Si Stanley ini lumayan udah jalan jalan ke Sulawesi dan Maluku. Dan di ee-in sama Yaki.

DSC_4964

Ini ransel paling legend selama perjalanan hidup saya. Jackal tipe Gemini. Ibu angkat saya yang membelikan tas ini waktu kenaikan kelas di tahun 2002. Jadi bisa dibilang lumayan lah umurnya, satu dekade lebih menemani saya.

Sampai saat ini masih lumayan digunakan, meski tidak sesering dulu lagi. Walau kondisinya sudah compang camping, kerusakan di bagian resleting yang sudah dipermak, dan aus di beberapa bagian tapi bikin salut karena kekuatan bahan kainnya. Selama saya pakai, dia cuman pernah sobek sekali karena nyangkut di kawat berduri (di bagian yang ditutupi sama emblem), selebihnya cuman kerusakan karena usia pemakaian yang cukup ekstrem.

Kalau ditanya, ini tas udah kemana aja. Banyak. Mulai dari pesisir hingga pegunungan. Dari perkotaan hingga pedesaan. Dari musim hujan ke musim kemarau. Dari putih abu hingga sarjana bertoga. Dari anak kemarin sore hingga pemuda tadi subuh.

Pokoknya hampir semua aktivitas saya sewaktu masih muda liar dan berbahaya dilalui bersamanya. Malah saya lebih sering bersamanya ketimbang sama pacar.

Kondisinya saat ini emang udah letoy untuk dipakai dalam kegiatan berat, semisal traveling atau hiking. Memang sudah waktunya untuk dipensiunkan dalam beberapa bulan ke depan. Terima kasih Gem, atas segala pengorbanan kamu selama ini.

Yup thats all, semua ransel yang saya miliki dan masih bertahan hingga saat ini. Selain yang di atas saya juga pernah pake tas anak skater yang bentuknya kotak, terus tas selempang canvas dari Ouval, terus tas selempang sporty yang sempet ngehits , tas monyet yang ada tangannya juga pernah kayaknya waktu masih ingusan, hehehe.

PS: saya bukan fans club Aston Villa

4 comments

  1. Felly · September 1, 2014

    eh beneran yaa si stanley mirip2 di rungwe

    kenapa lagi semua diakhiri dengan harus dipup-in monyet?😀

    • Ismail Agung · September 1, 2014

      Kayaknya cuman beda hiasan doang. Kembar sial.

      Ya dimaklumi sajalah, mungkin dikira kloset🙂

  2. Linda · September 8, 2014

    Semua akan lebih baik kalau kita berusaha, kita harus punya keyakinan untuk bisa maju..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s