Cerita owa: Mengejar Owa

gibbon-feeding

Di minggu awal pelepasliaran, banyak hal yang terjadi baik di dalam maupun di luar perkiraan. Yaa… maklumlah, tantangan dalam pekerjaan memang selalu ada. Dan skalanya pun beragam.

Kalau semuanya terasa datar datar saja, mungkin ceritanya bakal lain. Malah bisa cenderung tidak menarik. Beginilah hidup, seperti rollercoster kata seseorang. Padahal saya belum pernah naik rollercoster dan entah rasanya seperti apa.

Untuk urusan di dalam, tentu saja saya kelelahan untuk mengikuti pergerakan si Owa yang bebas kemana dia suka. Setiap hari saya harus berangkat subuh untuk mengejar mereka agar tidak lepas pengawasan ketika mereka mulai beraktivitas dari pohon tidurnya. Ada sekitar 30 menit perjalanan yang saya habiskan di jalan setapak yang terus mendaki. Setelahnya ada 30 menit perjalanan saya habiskan untuk mencari jalan setapak dalam semak semak di kegelapan pagi.

Setibanya di lokasi yang saya tinggalkan di hari sebelumnya, tidak serta merta saya langsung menemukan si owa yang semalam tidur di pohon yang saya tandai. Jika saya beruntung, dia akan menunjukkan dirinya ketika langit mulai terang. Jika saya apes, dia sudah berpindah pohon tanpa saya ketahui di mana keberadaannya. Jika saya ragu, mungkin dia masih sembunyi di puncak pohon untuk berjemur diri.

Walhasil dalam seminggu, otot betis saya menjadi keras dan otot paha saya terasa sakit bila ditekan. Belum lagi cuaca yang tidak menentu di bulan april ini. Hujan selalu turun di saat saat yang dirasa kurang tepat. Dan itu semakin membuat langkah terasa berat. Ditambah pula dengan suhu pegunungan yang relatif dingin berkisar di antara 150 C.

Hal yang menyulitkan pada saat mengikuti pergerakan owa adalah ketika mereka bergerak ke sisi hutan yang memiliki kemiringan lereng ekstrim, seperti di tebing atau lembahan. Mau tidak mau saya harus mengikuti mereka, walaupun ada kemungkinan mereka akan naik kembali tapi bisa juga mereka malah bergerak semakin menjauh. Situasi situasi tadi memang tidak menguntungkan bagi manusia yang pergerakannya di atas tanah. Mau tidak mau harus tetap diikuti.

Seiring waktu menjelang sore, pergerakan owa akan melambat. Mungkin mereka cape karena diikuti terus.

owa menguap

Tuh kan, saking bosennya mereka diikuti ampe heuay (nguap). Ini pertanda waktu tidur semakin dekat.

Untuk urusan di luar, hmmm doakan saja lah, semoga muncul kesadaran bagi mereka yang merasa tersenggol. Karena pada dasarnya mereka adalah orang orang baik. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s