Farewell my friend

image

Seminggu yang lalu saya mendapatkan kabar duka dari teman jauh yang pernah jadi partner saya selama di sulawesi utara. Giyarto, atau yang biasa disapa Ugiek telah pergi untuk selama lamanya.

Bagi saya, kepergian Ugiek bukan hanya duka bagi keluarga, istri, sahabat dan teman temannya. Namun juga sebuah duka bagi monyet monyet yaki yang telah ia jaga. Ini adalah sebuah kehilangan yang sangat berharga.

Tidak banyak orang yang segenerasi dengan saya memiliki passion dan kepedulian terhadap dunia primata. Beberapa dari mereka bahkan ada yang terpaksa banting setir karena passion ini tidak memberikan masa depan yang cukup untuk dijelaskan secara sederhana. Beberapa dari mereka mungkin harus tersisih oleh intervensi pihak asing yang kadang cenderung meremehkan kemampuan kami.

Saya teringat di satu waktu ketika tengah berdiskusi dengannya. Saat itu, terlintas di kepala saya akan sebuah harapan masa depan dalam satu dekade ke depan pada dirinya. Bukan hal yang mustahil jika suatu saat nanti dia akan menjadi pahlawan lintas spesies yang berdedikasi. Dan bila saat itu tiba, saya bersedia menjadi partnernya.

Kini, harapan saya tentang dia tidak akan pernah terjadi. Namun semangat dan dedikasinya masih tetap tumbuh dan tak kan pernah usai.

Selamat tinggal Ugiek. Beristirahatlah engkau dalam keabadian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s