hidup-mati

Di depan cermin, saya pernah bertanya pada diri sendiri tentang kematian seperti apa yang saya inginkan.

Mati di kala tua, mati di kala muda, atau mati karena kanker.

Saya bisa saja mati hari ini, atau berpuluh puluh tahun kemudian, atau karena sebab lain seperti orang biasa tanyakan –karena apa. Tapi kematian yang justru saya takutkan adalah mati dalam kesendirian. Mati tanpa seorangpun yang tahu bahwa saya sudah mati.

Jika seandainya saya mati seperti itu, lalu apa makna saya untuk hidup?

-makna hidup pun masih menjadi sebuah misteri yang saya pertanyakan dan cari jawabannya-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s