Berhitung

Saya sebenarnya bosen kalau setiap kali ngobrol sama seseorang topiknya ngga jauh jauh soal fase hidup setelah melajang. Mungkin maksud mereka bukan menyindir, melainkan mengingatkan. Siapa tahu saya schizophrenia akut.

Kemarin kemarin, obrolan ini muncul lagi bersama seseorang yang baru saya kenal. Ceritanya saya sedang keliling keliling ke sekolah sekolah sekitar tempat saya kerja menemui kepala sekolah untuk meminta ijin kegiatan. Usai bicara mengenai kesepakatan tanggal kegiatan, pak kepsek lalu bertanya berapa usia saya.

Saya jujur saja, umur saya sekian…

Macam jebakan betmen, pertanyaan ini berlanjut ke,

Apakah sudah berumah tangga?

Tahu kalau ujung pertanyaannya seperti ini, mungkin bagusnya saya bilang saja kalau saya masih 21. Tampang saya masih pantes kok.

Mulai dari situ, keluarlah petuah si pak Kepsek mengenai arti kehidupan berumah tangga. Beliau lalu mengingatkan saya untuk tidak lewat dari 30. Kenapa ga boleh lewat dari 30?

Menurut hitungan matematisnya sih seperti ini,

–> 30 menikah

–> 31 punya anak

–> 37 anak masuk SD

–> 43 anak masuk SMP

–> 46 anak masuk SMA

–> 49 anak kuliah

–> 54 anak jadi sarjana

–> 55 anak punya kerja

–> 56 punya mantu

–> 57 punya cucu

–> 60 punya cucu lagi

Visioner banget dah.

Itu kalo anaknya cuman satu. Belum lagi klo ternyata ntar anaknya kawin pas umur 30 tahun juga. Jadi kira kira bakal nimang cucu pas umur 62 lah.

Lalu, apa inti dari hitung hitungan umur?

Mungkin biar anaknya ngga salah sangka, masa bapak sendiri dipanggil kakek. Ya gitulah.. Bisa juga takut kadaluarsa barangnya. Bisa juga ini adalah suatu bentuk optimisme andaikata berumur panjang.

Terus kapan dong saya kawin?

Kalau keteguhan hati, kesiapan jiwa raga, serta keyakinan hidup sudah bulat matang kenapa harus ditunda tunda. Namun yang lebih utama adalah, sudah ada calonnya belum?Just kidding

One comment

  1. Agung Rangga · Februari 7, 2014

    wah, ternyata ada hitung-hitungannya juga ya…😐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s