Asisten

Saya punya dua orang asisten. Sebut saja namanya Acep dan Uwas (mungkin nama yang sebenarnya). Mereka adalah akamsi, alias anak kampung sini yang saya rekrut untuk jadi bagian dari program kerja di Gunung Malabar.

Yang menarik dari mereka adalah, mereka punya latar belakang yang justru bertentangan dengan program kami. Program kami adalah program konservasi, yaitu melestarikan Gunung Malabar beserta isinya. Sedangkan latar belakang mereka adalah pemburu burung untuk diperjualbelikan.

Mereka sebenarnya bisa saja mengambil pekerjaan lain seperti kuli bangunan atau buruh kebun. Tapi bagi mereka justru keahlian perburungan adalah yang paling mereka kuasai. Dan sedikitnya memberikan mereka penghasilan yang lumayan, namun tidak tetap.

Saya bisa saja merekrut orang orang yang lebih punya latar belakang konservasi, semisal anak PA. Tapi ternyata saya salah menilai. Kebanyakan anak PA masa kini malah orientasinya sedikit berbeda. Ini saya alami langsung diawal awal program hendak berjalan. Mudah-mudahan sih tidak semua anak PA seperti apa yang saya alami. Segelintir lah, atau “oknum”.

Tidak mudah memang bagi asisten saya untuk menerima yang namanya konsep konservasi. Butuh waktu untuk menghilangkan kebiasaan mereka yang sudah terbentuk bertahun tahun. Meskipun sudah terikat dengan kontrak kerja, mereka masih saja melakukan praktek ilegal berburu burung.

Okay, ini memang kesalahan saya untuk tidak segera bertindak. Mereka memang punya alasan kenapa masih melakukan hal tersebut, dan saya memakluminya. Meski tidak sesering sebelum mereka bergabung, namun tetap saja apa yang mereka lakukan tidak sejalan dengan tujuan program.

Perlahan tapi pasti, baik berupa lisan maupun pemenuhan hak mereka yang sesuai, mereka mulai bisa meninggalkan aktivitas lamanya. Ditambah lagi dengan jam kerja yang semakin padat, tidak memberikan mereka waktu libur untuk digunakan selain beristirahat.

Sepertinya mereka mulai menyadari bahwa keterlibatan mereka di program ini justru akan membawa mereka ke arah yang lebih baik. Atau bisa juga ini adalah pekerjaan yang lebih baik dibandingkan apa yang mereka lakukan sebelumnya.

bad person is not always bad.

they only didn’t see the way how to be good

2 comments

  1. Agung Rangga · Januari 20, 2014

    semoga program konservasinya lancar ya kak~🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s