Soal Duit

Selama 2013 kemarin saya bener bener ga bisa saving secara konsisten. Apa yang salah coba. Pekerjaan tetap ada. Penghasilan bulanan juga ada. Biaya hidup harian ditanggung kantor. Aneh pan.

Ternyata ini ada kaitannya sama status single. Dari artikel yang pernah saya baca, pria single cenderung menghabiskan uangnya untuk hal hal yang dia tidak sadari atau hal hal yang nggak butuh butuh amat lah. Beda sama pria yang punya gebetan, setidaknya kalau dia bokek nggak jauh lah dari nge-traktir cewenya. Walaupun cuma seminggu sekali ketemuan, tetap aja bisa bobol.

Ini sepertinya perlu saya review mengenai dana pengeluaran yang keluar selama tahun kemarin. Kemana aja sih nih duit bablasnya.

1. Gadget

Dalam rentang satu tahun, ternyata saya udah ganti dan tambah gadget. Mulai dari HP Samsul Young yang di downgrade ke Nokia keypad fisik+senter, laptop 11 inch di upgrade ke 14 inch, dan tablet 7 inch, dan juga hardisk eksternal. Semuanya gres, ga ada yang sekon.

Si samsul young nasibnya saya hibahkan ke kakak saya. Soalnya ga efektif buat di pake sehari hari di hutan. Baterenya cepet abis, apalagi kalau buat browsing. Masih mendingan pake nokia gaya jadul yang baterenya bisa tahan 3 hari, karena fungsinya buat telepon dan sms doang sih.

Tablet, fungsinya buat ngegantiin si samsul yang bisa online. Walau kerjaan sehari hari di hutan, bukan berarti saya harus hilang dunia dari informasi luar. Setiap hari saya usahakan untuk baca berita dan lain lain (cek FB, WA, baca baca blog orang dan cek email), sisanya ya buat kirim laporan bulanan. Akses internet di hutan emang ga bagus bagus amat sih, kecepatan Edge gitu. Tapi lumayanlah, dengan modal 25ribu cukup awet untuk satu bulan.

Laptop lama saya tukar tambah dengan laptop yang ukuran dan spek-nya lebih tinggi. Ini pertaruhan karena nilai tukar rupiah lagi anjlok ke posisi gawat. Sempet mikir mikir dulu, mau dipending hingga awal tahun atau beli buruan. Setelah baca baca berita keuangan, sepertinya sampai tahun baru rupiah terus anjlok. Jadi ya dibeli deh sekalian sama hardisk eksternalnya.

Konsumtif banget sumpah. Ini kadang bikin malu sama diri sendiri. Tujuan saya beli beli yang beginian untuk apa. Kayak mau pamer, tapi sama siapa? Emang sih semuanya kepake buat penunjang kehidupan, cuman kalau dipikir pikir sekarang mah malah jadi riweuh.

 

2. Ortu

Sebagai anak yang pengen berbakti kepada orangtua, harus inget lah sama jasa mereka yang udah susah payah membesarkan. Walau sempet ditelantarkan, tapi tetap aja itu bukan salah mereka. Itu salah keadaan dan situasi yang tidak bisa dihindari. Ada pepatah yang mengatakan, “Kebahagiaan anak adalah kebahagian orangtua” berlaku juga sebaliknya.

Karena saya berasal dari keluarga broken home dan diurus juga oleh pihak pihak lain, jadi ya bagi bagi kebahagiaannya lumayan juga. Ga bisa disekaligusin gitu.

Yang penting ikhlas Smile

 

3. Jajan bulanan

Ini kadang nggak jelas berapa besarannya. Berhubung lingkungan kerja saya dikelilingi oleh warung jajan. Jadi kalau nongkrong ngobrol ngobrol, pastilah ada secemil dua cemil yang diambil. Makannya sih nggak kerasa, tapi pas bayarnya.. kok banyak ya.

 

4. Catatan Kantor

Setiap hari selalu ada yang namanya pengeluaran kantor. Mulai dari beli makan, sampai hal tak terduga seperti melayani tamu. Yang kayak gini biasanya lupa catat dan ngga ada bonnya. Jadi ya rogoh doku pribadi.

Lebih parahnya lagi kalau uang kantor kepake buat bayar bayar yang sifatnya pribadi atau sebaliknya uang pribadi kepake buat nalangin urusan kantor. Ribet sumpah. Biasanya akhir bulan pusing bikin laporannya. Ini nih yang berbahaya, karena agak nyerempet nyerempet ke hal hal yang berbau korupsi.

Yang beginian harus lebih dirajinkan untuk membuat catatan pengeluaran yang tertata dengan baik dan benar. Repot memang, apalagi kalau dadak dadakan.

Jadi begitulah soal duit yang mengalir di 2013.

 

Untuk tahun ini sebisa mungkin saya harus mengerem perilaku komsumtif yang tidak perlu. Harus mulai banyak menabung. Harus mulai siapin modal buat kawin. Walau belum nemu siapa calonnya.

Eh tapi, mending punya modal dulu apa punya calon dulu?

2 comments

  1. thisisrizka · Januari 10, 2014

    modal dulu kang. jadi kalo nanti udah nemu calon dan mau ngelamar calon, udah ada pegangannya. :p

    • Ismail Agung · Januari 30, 2014

      Asyiiik..
      Calon kamu gimana? Udah ada modalnya belum? Bisa kredit ga sih… hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s