Acoy dan Douglas

Acoy dan Douglas

Acoy (kiri) dan Douglas (kanan)

Acoy adalah owa jawa betina yang sebelumnya dipelihara oleh orang Bandung Timur. Dan Douglas adalah owa jawa jantan yang usianya sedikit lebih tua dan dulunya dipelihara oleh orang Bandung Selatan. Mereka berdua mengidap Hepatitis B, sehingga tidak menjadi masalah bila mereka dijodohkan.

Namun ternyata proses perjodohan mereka tidak berjalan mulus. Sebagai betina, Acoy tampak lebih dominan dibandingkan Douglas. Awal awal perjodohan, seringkali Acoy menggertak Douglas dengan cara meloncat dan menggoyangkan batang batang bambu hingga terdengar suaru nyaring beradu.

Tak jarang pula Acoy mengejar ataupun mengusir Douglas dari tempat ia sedang beristirahat atau makan.

Bila pada saat jam makan tiba dan animal keeper menyimpan pakan pada satu tempat, maka Douglas akan mengalah dan mempersilakan Acoy untuk makan terlebih dahulu. Setelah Acoy puas makan, barulah Douglas menghampiri sisa sisa buah yang tidak dimakan Acoy.

Beberapa minggu kemudian, sikap Acoy tampak melunak. Dia tidak lagi se-agresif pertama kali mereka dijodohkan. Acoy tak lagi menghampiri Douglas sambil menggertak. Namun sikap Douglas masih tetap sama. Dia masih takut dan menghindar bilamana Acoy mendekat.

Acoy lebih banyak menghabiskan waktunya di bagian paling atas enclosure bambu. Sedangkan Douglas lebih sering menghabiskan waktunya di lantai dasar. Perilaku Douglas yang cenderung sering beraktivitas di lantai sebenarnya tidak bagus. Ini adalah perilaku bawaan ketika ia masih dipelihara dulu.

Owa yang dipelihara dan disimpan di kandang sempit dalam waktu yang lama akan menurunkan kemampuan Owa untuk berayun (branchiasi).

Sejatinya Owa adalah primata arboreal yang menghabiskan waktunya di atas pepohonan. Pergerakan Owa dari satu pohon ke pohon lain dilakukan secara branchiasi layaknya seorang akrobat.

Beberapa hari yang lalu, Douglas mulai menunjukkan sikap inisiatif mendekati Acoy. Ketika Acoy sedang tidur siang, Douglas mengendap endap mendekat. Jarak mereka sangat dekat hingga Douglas bisa menyentuh Acoy. Sayangnya momen tersebut tidak berlangsung lama. Begitu Acoy bangun dari tidurnya, Douglas langsung kabur meninggalkannya.

Momen tersebut terjadi setiap kali Acoy beristirahat. Namun sikap Douglas masih tetap sama ketika Acoy mendekatinya. Douglas masih saja menghindar takut dan duduk pada jarak aman.

Entah sampai kapan sikap Douglas akan seperti itu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s