Malam Minggu

Apa yang kamu lakukan ketika malam minggu tiba?

Bagi sebagian orang, ada yang menghabiskan akhir pekan dengan orang orang terkasihnya. Sebagian lainnya ada yang berkumpul bersama teman temannya. Sebagian dari itu ada juga yang menghabiskan waktunya di depan televisi. Selain dari itu, mungkin ada juga yang memutuskan untuk tidur lebih awal.

Saya, sepertinya tidak masuk dari kategori di atas. Saya lebih memilih untuk menghabiskan malam minggu saya bersama dengan Kukang (Nycticebus javanicus) yang masih hidup di alam liar.

the javan slow loris conservation program

Malam minggu ini adalah malam minggu pertama saya sejak pulang ke Bandung. Dan saya tipikal orang yang tidak betah untuk berlama lama di rumah. Maka ketika salah seorang teman saya Winar yang aktif di bidang pelestarian kukang hendak melakukan monitoring di salah satu desa, tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan ajakannya.

Bersama kedua orang teman lainnya yang juga turut aktif dalam komunitas Kukang Indonesia yaitu Syaiful dan Alin, kami berangkat menuju lokasi. Jika saya deskripsikan, desa tujuan kami letaknya jauh ke arah pegunungan hingga lembah perkotaan pun tampak terlihat gemerlap di malam hari yang ramai dengan penerangan. Saking tingginya, sampai sampai kamu akan merasa telah mengapai langit ke satu.

Tepat ketika malam minggu tiba, saya, Syaiful, Alin dan Kang Oces sebagai pemandu lokal bergerak meninggalkan basecamp. Jalan jalan setapak perkebunan yang banyak ditumbuhi pepohonan kami susuri dan amati.

Pohon adalah habitat yang disukai oleh kukang untuk beraktivitas. Di kegelapan malam, mencari kukang tidak bisa dibilang mudah. Penggunaan alat bantu senter pun pada saat pencarian lebih terfokus pada penampakan dua titik cahaya oranye yang dipantulkan oleh mata kukang ketimbang melihat wujudnya secara utuh.

Dan tampaknya saya harus salut kepada Syaiful. Dia sudah ahli sekali untuk mencari dan menemukan kukang di alam. Atau jangan jangan dia sudah hapal sama kebiasaan kukang kukang di desa ini.

Saya senang masih bisa melihat kukang secara langsung di habitatnya. Bukan dari tangan tangan nakal penjual ilegal di pinggir jalan.

Mengamati kukang adalah tantangan yang menarik bagi saya. Belum pernah saya bisa mengamati kukang dalam jangka waktu yang lama. Mengamati tingkah laku mereka secara alami. Melihat bagaimana mereka mencari makan, bagaimana mereka mengasuh anaknya, bagaimana mereka bergerak dari satu pohon ke pohon lainnya, bahkan melihat mereka buang air besar. Hal hal tersebut masih menjadi rasa penasaran yang ingin saya tuntaskan.

Saya mencoba meluangkan waktu lebih lama untuk mengamati gerak gerik kukang. Sayangnya tidak mudah memang. Lagi lagi dia bersembunyi di balik rerimbunan dedaunan, kemudian menghilang di telan malam. Begitulah awal perjumpaan dan perpisahan kembali dengan kukang. Sedih namun senang.

Dari hasil berkeliling desa di malam minggu, kami menemukan perjumpaan kukang sebanyak empat kali di tempat yang berbeda. Menurut Syaiful, jumlah kali ini lebih banyak satu ekor dibandingkan monitoring yang sebelumnya sempat ia lakukan. Belum ada estimasi jumlah yang pasti mengenai populasi kukang yang berada di desa tersebut.

Kegiatan monitoring ini bukan hanya sekedar menghitung jumlah populasi kukang, melainkan juga sebagai upaya pencegahan terhadap aksi aksi ilegal yang mengancam keberadaan kukang di habitatnya. Daerah daerah yang minim informasi tentu saja tidak akan memedulikan kukang yang tinggal di sekitarnya. Bahkan bisa jadi dimanfaatkan oleh oknum oknnum yang dengan sengaja mengeksploitasinya.

Tindakan frontal seperti razia terhadap pedagang kukang bukanlah kewenangan individu individu akar rumput yang peduli terhadap kelestarian kukang. Penegakan hukum tentu saja adalah tugas dari aparat hukum. Di masa kini, upaya penegakan hukum justru kalah cepat dibandingkan dengan aksi perdagangan ilegalnya yang semakin marak dimana mana kapanpun dimanapun.

Untuk ke depannya, kegiatan monitoring ini akan rutin dilakukan. Maka oleh karena itu, hingga saat ini keberadaan lokasi monitoring haruslah dirahasiakan dari informasi umum. Kenapa harus dirahasiakan? Tentu saja agar orang orang jahat tidak mengusik kukang di alamnya.

2 comments

  1. izzul slam · April 19, 2013

    sekitar sebulan yang lalu saya juga kesana, dapet tugas dari mba winnar, bareng sama kang oces juga.. mantapnya naek turun bukit buat nyari kukang

    salam kenal, wahyudin kukang ID

    • Ismail Agung · Mei 3, 2013

      salam kenal juga. ditunggu cerita pengalamannya melihat kukang di alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s