Buka lapak di Bandara Sam Ratulangi

Here I am,

Manado-Surabaya-Jakarta lanjut ke Bandung. Full day trip yang melelahkan. Sembilan jam perjalanan saya terduduk di sebuah tempat bernama “jok dingin”. Pendingin ruangan bukan sahabat baik saya. Terlalu lama kena AC membuat bunga bunga hidung saya mengeras, dan rasanya ingin saya koreh keluar.

Malam sebelum keberangkatan, saya memutuskan untuk tidur di bandara. Ada beberapa alasan kenapa saya memilih untuk tidur di sana. Yang pertama, saya cukup miskin untuk menyewa kamar hotel. Kedua, saya enggan menginap di rumah teman saya di Manado dan memintanya mengantar saya ke bandara pagi buta dengan setumpuk barang berat. Ketiga, saya belum pernah punya pengalaman menginap di bandara.

Saya pernah tidur di depan emperan toko, tapi belum pernah tidur di bandara. Jadi kenapa tidak?

Untungnya, tidak ada larangan tidur di bandara Sam Ratulangi. Hanya saja, tempat duduknya yang dari besi memang sedikit tidak nyaman untuk dijadikan alas tidur. Belum lagi area foodcourt yang berada di lantai dua, sedikit menyusahkan karena saya punya barang yang tidak sedikit ringan.

Di area foodcourt, hanya minimart saja yang bersedia buka warung hingga 24 jam. Itu juga sudah lumayan karena mereka menyediakan air panas untuk sekedar nge-teh ngopi dan juga nge-mie. Pleus ditemani layar tv yang lumayan lah untuk ditonton.

Bagi jurig maya, bandara Sam Rat dilengkapi dengan akses wifi. Sayangnya, titik panas dunia maya tidak menyebar merata. Hanya titik tertentu saja yang punya kualitas bagus. Titik panas bagus berada di sekitar pintu keberangkatan.

Mengenai keamanan, saya tidak bisa mengatakan kalau bandara Sam Rat bebas dari tangan jahil. Pihak keamanan seringkali terlihat lalu lalang di sepanjang koridor. Membuat saya sedikit nyaman meski beberapa di antara mereka malah melihat saya dengan tatapan heran.

Untuk urusan colok mencolok, tersedia di sepanjang koridor. Jumlahnya memang tidak cukup banyak, dan lagi tidak semua colokan ternyata dialiri oleh listrik. Jadi musti keliling keliling dulu untuk mendapatkan colokan yang ada listriknya.

Meski judulnya tidur di bandara, saya tidak sepenuhnya tidur. Saya terlalu keasyikan dengan akses mayanya yang lumayan cepat. Mungkin hanya saya satu satunya orang yang pada malam itu yang mengakses jaringan data. Sampai sampai saya buka lapak di lantai beralaskan selimut. Berasa kostan.

2013-02-28 03.06.36

2013-02-28 03.05.52

Saya tidak sendiri, ada banyak calon penumpang lainnya yang memilih untuk tidur di bandara. Mungkin saja mereka punya jadwal penerbangan pagi, jadi itu lebih baik daripada pagi pagi buta harus sibuk cari angkutan ke bandara. Lagi lagi mereka melihat saya dengan tatapan heran.

Berikut adalah situs yang bisa membantu bagi yang punya rencana untuk tidur di bandara. Ada beberapa tips dan juga pengalaman orang orang yang pernah tidur di bandara bandara di seluruh dunia. Siapa tahu bisa jadi referensi ke depannya.

www.sleepinginairports.net

Selamat mencoba dan selamat tidur😀

9 comments

  1. Miftahgeek · Maret 6, 2013

    Nah lho, saya kita ga boleh tidur di tempat umum kayak gitu, saya kira tidur di bandara itu cuma karena kelelahan dan ‘ketiduran’ di bandara, ternyata bisa ‘bermalam’ juga –a

  2. flasmana · Maret 14, 2013

    Nice posting, Gung
    Meuniii ghaaayyyaaa eta Macbookna :p

    • Ismail Agung · Maret 14, 2013

      Mekbuk naon? Eta dah blek kurupuk hehehe

      • flasmana · Maret 15, 2013

        blek kurupukna ti jauh meuni ginclong
        apa karna kejauhan tiba2 jadi mekbuk?😀

      • Ismail Agung · Maret 15, 2013

        kacamata beuki kandeul meureun🙂

      • flasmana · Maret 15, 2013

        atawa potona goreng😀

      • Ismail Agung · Maret 15, 2013

        heug lah, potona nu goreng. kumaha neng felix we ah, asal bagja🙂

  3. Gunawan · Juli 4

    boleh tanya? jika harus menginap di bandara sam ratulangi adakah toilet yang kondusif untuk mandi?
    minta infonya ya, thanks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s