menyelamatkan dadu

Dua minggu ke belakang adalah masamasa liburan sekolah. Anak-anak yang menikmati liburan terkadang mengisi waktunya dengan beraktivitas di hutan. Dan biasanya aktivitas mereka diisi dengan memasang jerat (perangkap). Khususnya jerat burung yang menggunakan tali senar sebagai perangkatnya.

Memang tidak sepenuhnya benar jika pelaku pemasang jerat adalah anak-anak sekolah yang sedang liburan. Semua yang mengerti tekhnik jerat pasti bisa memasangnya, kapanpun dan dimanapun. Namun beberapa hari ke belakang ketika liburan sekolah baru saja usai, kasus jerat yang menimpa yaki kembali terulang.

Kali ini korbannya adalah Dadu. Dadu bukan sebuah kubus berisikan titiktitik  dari satu hingga enam. Dadu di sini tak lain adalah sebuah nama yang kami berikan kepada seekor monyet yaki betina dewasa.

rescuing dadu_00

Setelah menemukan kondisi Dadu yang terluka dengan tali senar yang masih melingkar di pergelangan tangannya, kami segera memutuskan untuk melakukan penyelamatan. Tali senar yang melilit terlihat mengikat kencang hingga menyobek sebagian dari kulit pergelangan tangan Dadu. Bahkan dalam kesehariannya, Dadu sama sekali tidak bisa menggunakan pergelangan tangan kirinya itu.

Tidak mudah untuk menyelamatkan Dadu. Menggunakan jarum bius untuk melumpuhkannya ternyata sulit dilakukan. Hal ini disebabkan karena Dadu memiliki bayi yang masih sering ia gendong. Maka kesempatan untuk melumpuhkan Dadu hanyalah pada saat ia sedang melepaskan anaknya yang sedang bermain. Dan kesempatan itu sangat jarang terjadi.

Pada akhirnya kami bisa menembakkan jarum bius kepada Dadu. Akan tetapi rasa takut yang menghinggapi akibat tusukan jarum membuat dia berlari dan mencari anaknya. Dan kekhawatiran kami terjadi. Dadu melarikan diri ke atas pohon bersama anaknya dalam pelukan.

Sewaktu-waktu, saat pengaruh obat bius mulai bekerja Dadu pasti akan terjatuh dari pohon beserta pula anaknya yang menempel erat di perut emaknya. Meskipun kami sudah siap sedia dengan ponco yang kami bentangkan untuk menangkap mereka, itu semua belum cukup menjamin untuk keselamatan si bayi.

Katakan saja kami beruntung. Si bayi yang ikut terjun bebas bersama emaknya ternyata sigap terhadap situasi buruk. Ketika kami berhasil menangkap Dadu yang terjun bebas dari ketinggian 8 meter, si bayi ternyata refleks langsung melarikan diri sesaat setelah menyentuh tanah. Asumsi kami ketika melihatnya berlari adalah, dia baik-baik saja.

Seketika itu juga monyet-monyet lain yang ada di sekitar kami mendekat, mengancam dan menakut-nakuti. Mereka tidak senang jika ada salah satu anggotanya yang diganggu.

Fokus kami sekarang adalah melepaskan jerat yang melilit erat secepat mungkin. Dosis obat bius yang kami gunakan ternyata tidak cukup banyak untuk membuat Dadu hilang kesadaran. Dalam keadaan lemah, Dadu masih sempat untuk memberontak.

rescuing dadu_01

Memotong tali senar

Seperti yang sudah diperkirakan, luka jerat itu cukup dalam hingga menyobek sebagian daging di pergelangan. Cukup mengerikan bagi saya untuk melihatnya.

Proses rescue berhasil dilaksanakan. Tali senar yang melilit sudah kami lepaskan. Setelah ini kami harus meninggalkan Dadu agar ia kembali tenang. Dia sudah cukup stress dengan upaya penyelamatan yang kami berikan dalam keadaan setengah sadar.

Oke Dadu, semoga lukamu cepat sembuh. Sampaikan salam kami untuk anakmu :3

rescuing dadu_02

Dadu mencoba bangkit dari pengaruh obat bius.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s