Amajing Supirdelman

Kalau sudah di kota, biasanya hiburan yang saya cari adalah nonton film di bioskop. Dan kebetulan, pas lihat jadwal tayang ternyata ada film Spiderman yang baru. Sebagai penyuka Spiderman dalam taraf tingkat menengah ke tengah, tentu saja saya tidak akan melewatkan momen tersebut. Tanpa pikir lama saya langsung membeli tiketnya.

Spiderman kali ini menurut saya lumayan. Nggak jelek-jelek amat lah alias layak tonton. Hanya saja bagi yang pernah nonton seri Spiderman sebelumnya yang diperankan sama Tobey Maguire, lebih baik konsep yang sudah tertanam itu disimpan jauh-jauh dulu selama menonton. Pasalnya banyak hal-hal yang bikin alis saya naik turun dan bibir saya agak monyong sambil bilang “loh kok gini sih”. Spiderman kali ini bener-bener same same but different dan lebih humanis.

Tidak terlalu mengecewakan, kecuali Emma Stone dengan rambut pirangnya. Saya suka Emma, tapi nggak cocok sama rambut blonde.

Dulu saya punya komik Spiderman yang dirilis berdasarkan filmnya yang pertama (tahun 2002). Sayangnya, itu komik nggak bertahan lama saya miliki. Komik Spiderman saya berganti kepemilikan gara-gara saya kalah taruhan.

Ya, saya kalah taruhan gara-gara teman saya (sebut saja Andrie) jadian sama orang yang saya keceng. Kami berdua memang sama-sama suka sama dia (sebut saja namanya Rena). Jadi daripada hanya sekedar keceng mengeceng saja tanpa ada motivasi untuk maju, akhirnya kami bertaruh.

Hasilnya mengecewakan, saya tetep jomblo dan si Andrie senyum sumringah berpegangan tangan sama si Rena dengan komik Spiderman yang masih baru di dalam tasnya. Sedih memang, tapi si Andrie pantas mendapatkannya.

Namun satu minggu berselang, ternyata mereka putus. Yang mutusin si Rena. Selepas kejadian itu, saya tidak berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan. Saya menganggap itu semua sudah berlalu. Atau mungkin saya terlalu takut mengalami situasi yang sama seperti Andrie.

Sempat saya berpikir mengenai taruhan yang saya lakukan itu sebetulnya nggak etis banget. Tapi bukankah menyatakan cinta juga adalah sebuah pertaruhan.

#mumpung masih remaja

2 comments

  1. Irfan Handi · Juli 9, 2012

    Supirdelman, kostumnya sepereti apa ya?😆

    • Ismail Agung · Juli 9, 2012

      Topi koboy ama pecut, mungkin itu juga. Supirdelman pake baju ketat kayaknya ga cuco :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s