Angin Selatan

kering kemarau

Musim kemarau.

Tak ada lagi hujan deras sepanjang hari, baju basah, jemuran apek, kaki lembab keriput, dan kacamata berembun. Masa-masa itu telah berlalu. Berganti menjadi hari-hari kering kerontang dan panas mendera. Walau begitu, tidak sepenuhnya kemarau itu berita baik. Khususnya ketika angin selatan berhembus.

Masyarakat di sini bilang, ketika kemarau tiba biasanya diawali dengan angin selatan yang berhembus kencang. Saking kencangnya, para nelayan yang setiap harinya melaut harus merenungkan niat mengangkat sauh. Terlalu beresiko katanya. Perahu bisa terbalik karena angin selatan.

Bagi saya yang menghabiskan waktu di hutan, angin selatan juga bukanlah kabar baik, walau sedikitnya memberikan kesejukan di antara panasnya kemarau. Pohon-pohon renta adalah korban utama dari angin selatan. Tidak sedikit ranting, cabang, bahkan pohon utuh harus tumbang berjatuhan. Dan ketika pohon-pohon besar rubuh karenanya, gelegarnya bisa menghebohkan seisi hutan.

Kejadian terburuk memang pernah terjadi di sini, seperti yang pernah dialami oleh bapak penjaga hutan Tangkoko. Dia meninggal dalam tugas, dihantam batang pohon yang menghujam tepat di atas kepalanya. Angin selatan lah pemicunya.

Kekuatan alam memang tidak bisa dihindari. Tapi sebagai manusia yang berakal, saya sepatutnya waspada terhadap segala perubahan lingkungan yang terjadi. Kalaupun malang tidak bisa ditolak, setidaknya menimalisir dampak pasti bisa lah.

Yah, semoga semuanya aman terkendali lancar jaya sehat wal afiat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s