Three Monyeteer

Jantan-jantan baru bermunculan di grup Pantai Batu.

Seminggu lalu Kapten Jack berhasil menduduki posisi teratas dalam grup. Sayang, hanya bertahan satu minggu saja. Kehadiran tiga jantan baru telah mengambilalih kuasanya. Lebih tepatnya menganggu.

Padahal Jack dan ketiga pejantan baru memiliki hubungan yang sangat dekat sebelumnya. Jack dan ketiga pejantan baru yaitu, Judul, Fuki dan Untung merupakan pejantan-pejantan Yaki yang berasal dari Rambo I. Salah satu grup yang terhabituasi baik terhadap kehadiran manusia dan dijadikan objek wisata bagi para turis asing.

Keempat yaki tersebut, meskipun secara resmi tercatat sebagai anggota dari Rambo I namun aktivitas mereka cenderung seperti monyet yang independen. Selama saya melakukan pengamatan di Rambo I, jarang sekali saya menemukan mereka dalam grup. Bahkan terkadang, mereka malah terlihat di suatu lokasi yang jauh dari grupnya. Mengembara.

Sebenarnya bukan hal yang aneh bagi para pejantan Yaki untuk mengembara. Di usia mereka yang sudah masuk kategori dewasa, sebagai pejantan mereka diwajibkan untuk mengembara. Entah siapa yang membuat aturan tersebut, namun yang pasti ada tujuan penting dibalik dari pengembaraan para jantan tersebut.

Balik lagi ke Three Monyeteer di Pantai Batu.

Ketiga pejantan baru ini memiliki karakter yang berbeda-beda. Sangat menarik saat mengikuti mereka satu persatu dan membandingkannya. Dan inilah karakter mereka berdasarkan opini saya.

Judul. Yang memberikan nama sepertinya kehabisan ide. Saya melihat dia sebagai sosok yang kaleum, diplomatis, respect, berwibawa meskipun usianya masih terbilang muda. Kelebihan pada karakternya ternyata menjadi nilai plus dalam hierarki sosial. Siapa sangka, ternyata kehadiran Judul malah mengeser posisi Jack sebagai pejantan alfa, hingga saat ini. Padahal secara fisik ukuran tubuhnya tidaklah besar. Pesona tingkah laku ternyata bisa mengalahkan penilaian fisik.

Fuki. Namanya agak berbau sarkastik. Itu disebabkan tangan kirinya hanya menyisakan jari tengah dengan kuku yang panjang. You know what i mean. Dia salah satu monyet yang paling temperamental, arogan, tidak ramah dan hal-hal negatif lainnya. Kelakuannya paling tidak saya mengerti. Dia suka sekali menganggu monyet-monyet kecil yang ada di sekitarnya, mengancam dengan menunjukkan gigi taringnya atau menghardik dengan suara “heh.. heh..”, kemudian berlari mengejar, menampar, mendorong bahkan menyeret. So mean. Dia sedikit berbahaya dan ambisius.

Untung. Dia yang paling kecil di antara dua yang lain. Meski namanya Untung, dia tidak cukup beruntung untuk masuk menjadi bagian dari grup. Dia paling sering mendapatkan penganiayaan dari pejantan lainnya. Entah sudah berapa kali dia dikejar-kejar oleh Fatman dan teman-temannya. Namun dia tidak pantang menyerah. Dia selalu kembali mendekati grup. Pejuang gigih.

#Foto akan segera menyusul#

Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa mereka sudah menjadi bagian dari grup Pantai Batu. Namun dilihat dari sikap anggota grup Pantai Batu, mereka terlihat sudah diterima. Tapi situasi bisa saja berubah, selama hierarki sosial masih belum stabil. Mungkin bulan depan akan terlihat hasilnya. Let see..

2 comments

  1. Hijihawu · Mei 29, 2012

    Judul, namanya pas qo’ Ung, judul kan tempatnya di atas.😀

    Fuki, pas juga, sesuai dengan karakternya yang mungkin menyebalkan.

    Untung, tinggal menunggu posisi alpha yang tertunda. Hehehe…

    • Ismail Agung · Juni 1, 2012

      Nuhun, semoga Untung selalu beruntung kagak pernah buntung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s