Hukum Rimba

Tertatih-tatih Eros berjalan. Lengan kanannya menopang berat tubuhnya setiap kali ia melangkahkan kaki. Lengan kirinya terangkat, tanpa sedikitpun ia jejakkan ke permukaan tanah. Pergelangan tangannya ditekuk, seakan tak berdaya untuk menggerakannya.

Sesekali Eros berhenti sejenak. Terduduk. Dipandanginya pergelangan tangan kirinya, lalu dijilat. Luka sobek menganga panjang dan dalam menyentuh sebagian dari tulang pergelangannya dan mungkin merobek otot nadi.

###

Tiga puluh menit sebelumnya, sebuah pertarungan tak terhindarkan antara Eros dan pejantan tidak dikenal di atas sebuah pohon. Pertarungan sengit yang mengetarkan ranting dan cabang disertai dengan raungan-raungan keras.

Tidak lama kemudian, kedua petarung tersebut melayang selama 7 meter. Terjatuh menghujam tanah dan batu karang pantai.

Pertarungan belum usai. Keduanya masih bergulat, berguling-guling. Mencari kesempatan, menerkam satu sama lain dengan gigi taringnya yang tajam.

Pejantan tak dikenal lari, meringis seperti menangis ketakutan. Eros memenangkan pertarungan. Mengusir si pejantan tak dikenal jauh-jauh dari wilayahnya. Namun pertarungan Eros tidak selesai begitu saja.

Pertarungan tadi telah mencederainya. Eros bisa dikatakan sebagai pemenang, tapi sesungguhnya dia merugi. Cedera pada pergelangan Eros adalah sebuah kerugian besar. Mematikan satu sendi lengannya.

Eros sebagai jantan alfa tak lagi bisa menunjukkan kekuatannya. Ia kini tak ubahnya seperti jantan lemah. Setiap saat ia bisa saja dikudeta oleh pejantan lain. Bahkan oleh jantan yang hierarkinya paling rendah sekalipun.

Tampuk kepemimpinan dan kekuasaan Eros berakhir saat itu juga. Hanya soal waktu hingga pejantan lain menyadarinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s