H.omo.seks.ual

Selepas seharian mengejar monyet-monyet Yaki, saya bertemu kembali dengan sepasang peneliti dari kehutanan. Suami istri. Saya pernah berkenalan dengan mereka berbulan-bulan yang lalu, tapi sudah lupa siapa namanya. Kita sebut saja Bunga dan Kumbang (bukan nama sebenarnya).

Melepas penat seharian, saya duduk-duduk di kursi meja makan. Bunga dan Kumbang duduk di meja yang sama, tengah sibuk dengan laptopnya yang entah sedang mengetik apaan. Mungkin laporan.

Tetiba, Bunga memulai pembicaraan setelah sebelumnya kami berucap halo-hai.

“Apakah di sini ada monyet yang Homo”? tanya Bunga.

“Gay, maksudnya”? tanya saya balik untuk memperjelas maksud dari pertanyaannya.

“Iya”.

menunggang

Menunggang. Penggunaan foto atas izin pemilik.

***

Monyet gay a.k.a homoseksual. Saya jadi teringat beribu-ribu hari yang lalu ketika saya masih duduk di bangku kuliah mengambil kelas Primatologi. Teringat dosen saya waktu itu bercerita mengenai kemungkinan terjadinya monyet yang gay.

Cerita beliau dulu adalah tentang bagaimana para jantan pecundang yang frustasi karena tidak bisa mendapatkan akses terhadap betina (akses reproduksi) berkumpul menjadi kelompok jantan semuanya. Karena tidak bisa memenuhi hasrat alamiahnya, akhirnya monyet-monyet tersebut saling mengisi kekosongan.

Jantan pecundang adalah jantan yang dikeluarkan dari grupnya atau jantan yang kalah dari pertarungan melawan jantan alfa (bos grup). Biasanya jantan pecundang akan hidup soliter. Atau kadang bersekongkol dengan pecundang lainnya dan berkelana bersama. Kesannya jadi kayak gay sejati sehati.

Karena dulu saya masih polos-polosnya, saya mempercayai hal tersebut dan bisa jadi sebuah kemungkinan dalam alam. Namun setelah saya mempelajari tingkah laku monyet Yaki (Macaca nigra) beberapa bulan ini, saya meragukan kemungkinan tersebut.

Dalam perspektif yang lain, istilah gay/homo pada monyet merujuk pada perilaku jantan dengan jantan yang berhubungan dengan organ seksualnya. Secara visual, hal tersebut yang paling mudah dianalogikan.

Nah seandainya secara umum orang melihat monyet jantan dengan monyet jantan saling memegang kelamin satu sama lain (penis), dengan bibir mengap-mengap menghadap ke atas. Apakah mereka gay?

Atau jantan menunggangi jantan lainnya dari belakang lalu menggesek-gesek kelaminnya. Bahkan terkadang yang ditunggangi meremas-remas alat kelamin si jantan yang menunggangi. Apakah mereka gay?

Secara umum, mungkin saya akan mengatakan ‘mereka gay’.

Faktanya, itu bukanlah perilaku homo. Perilaku meremas kelamin atau menunggangi adalah sebuah perilaku pertemanan antar Yaki yang mana bisa juga disebut sebagai perilaku saling menghormati. Umpamanya, seperti manusia yang saling bersalaman ketika bertemu kawannya.

Genital Grasp

Memegang kelamin antar jantan. Penggunaan foto atas izin pemilik.

Kembali pada pertanyaan si Bunga, apakah ada monyet gay?

Saya tidak bisa memastikan. Mungkin ia, mungkin juga tidak. Secara pribadi saya belum pernah melihat monyet homo. Namun jika saya memandang perilaku homo secara umum, maka monyet-monyet yang saya kejar setiap hari hampir semuanya adalah gay :p

6 comments

  1. ridwan · Mei 10, 2012

    wkwkwkwkwwk…
    nice info
    kade kang gung akh bisa katularan jadi “gay”
    hariwang…

    • Ismail Agung · Mei 10, 2012

      Nya engke ditularkeun deui ka ente, wkwkwkwk

      • ridwan · Mei 10, 2012

        nyaan pihariwangeun ieu mah…
        bejakeun ka abah!

        wkwkwkwkkk..

  2. sulunglahitani · Mei 12, 2012

    “Faktanya, itu bukanlah perilaku homo. Perilaku meremas kelamin atau menunggangi adalah sebuah perilaku pertemanan antar Yaki yang mana bisa juga disebut sebagai perilaku saling menghormati. ”

    aduh, untungnya cara manusia berteman ga kaya gitu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s