Mencintai Yaki Sejak Dini

tangkoko conservation education

Di suatu pagi yang cerah, saya berkesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman seputar Yaki atau Macaca nigra kepada adik-adik yang masih di bangku sekolah dasar.

Kegiatan kunjungan sekolah ini merupakan bagian dari program edukasi yang diinisiasi oleh Mathilde Chanvin dalam proyek Tangkoko Conservation Education. Ada beberapa SD dan SMP di sekitar hutan Tangkoko yang dilibatkan dalam kegiatan ini. Program pendidikan konservasi ini ada yang berupa materi di dalam kelas, kunjungan ke pusat rehabilitasi satwa, hingga berjumpa langsung dengan satwa dan habitat alaminya.

Adik-adik yang notabene adalah masyarakat sekitar hutan Tangkoko tentunya tidak merasa asing untuk mengenali satwa-satwa hutan. Namun pengetahuan mereka masih terbatas pada pemahaman bahwa satwa yang mereka jumpai biasanya diburu dan dijadikan santapan.

Melalui program edukasi konservasi, adik-adik ini diajak untuk mengenal lebih dekat terutama Yaki. Mereka belajar, apa itu Yaki, seperti apa kebiasaan Yaki, bagaimana Yaki hidup, dimana Yaki tinggal, dan kenapa Yaki itu penting.

Mengingat akan pentingnya satwa dalam hutan Tangkoko, maka tentu saja bahwa pemahaman tentang berburu harus diubah dengan pemahaman mencintai, dan menjaga harta karun mereka yang sangat bernilai. Selain itu pula, pemahamam baru mereka bisa ditularkan langsung kepada orangtua atau masyarakat sekitarnya yang masih menjadikan berburu sebagai aktivitasnya.

Bagaimana dengan kamu? Apakah ada satwa liar di sekitar tempat tinggalmu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s