Pisang

Baru baca skripsi teman saya tentang pisang. Sangat menarik. Baru baca, padahal softfile-nya udah ada di harddisk sejak satu tahun lalu. Setelah baca-baca ternyata ada hal-hal yang memang baru saya ketahui seputaran pisang.

Salah satunya yaitu, pisang adalah tumbuhan herba yang hanya berbunga sekali kemudian mati setelah berbuah. Tragis. Hidup hanya untuk berbuah saja. Lalu dimakan oleh saya, kamu, anda, mereka, dan masih banyak lagi.

Selain itu, dari tinjauan pustaka yang saya baca di dalamnya tidak disebutkan berapa banyak jumlah jenis pisang yang tersebar di muka bumi ini. Karena saking banyaknya varietas dan kultivar, sehingga sistem tata nama dari pisang menimbulkan masalah khusus.

Ahli taksonomi bernama Simmonds dan Sheperd menyarankan untuk menggunakan tatanama genome (mulai bingung) dengan menggunakan kombinasi huruf A dan B. Dimana kedua huruf tersebut mewakili gen leluhur pisang yaitu A untuk Musa acuminata yang merupakan leluhur pisang tidak berbiji, dan B untuk Musa balbisiana yang merupakan leluhur pisang berbiji.

Dari kedua spesies di atas membentuk variasi pisang ke dalam kelompok yang memiliki dua genom (diploid), tiga genom (triploid) dan empat genom (tetraploid, walau di alam tetraploid jarang sekali ditemukan). Sehingga muncullah kombinasi variasi sebagai berikut:

Musa (AA grup), subgrup ‘Sucrier’

Buahnya kecil dengan kulit buah kuning emas mencolok, daging buah lembut berwarna jingga terang, beraroma dan sangat manis. Satu tandan berisi 5 – 9 sisir.

Musa (AA grup), subgrup ‘Lakatan’

Buah medium – besar, kulit buah tipis kuning emas, daging buah lembut, kering manis dan beraroma. Satu tandang tediri atas 10 – 12 sisir.

Musa (AAA grup), subgrup ‘Gros Michael’

Buah medium – besar dengan kulit tebal berwarna kuning, daging buah putih, lembut, murni beraroma, satu tandan 8-12 sisir.

Musa (AAA grup), subgrup ‘Cavendish’ Buah kecil – besar dengan kulit buah kuning –kehijauan, daging buah putih, halus, lembut, satu tandan tediri atas 8 – 12 sisir.
Musa (AAA grup), subgrup ‘Pisang Ambon Putih’ Buah besar dengan kulit kuning yang halus, daging buah lembek agak lembut, beraroma tipis, manis, satu tandan 10-14 sisir.
Musa (AAB grup), subgrup ‘Silk’ Buah kecil medium, kulit kuning,daging putih, halus, lembut, terkadang asam, satu tandan 5 – 9 sisir.
Musa (AAB grup), subgrup ‘pisang raja’ Buah memiliki kulit yang tebal dan berwarna jingga, daging buah jingga, tekstur agak keras, rasa manis, satu tandan 6-8 sisir.
Musa (AAB grup), subgrup ‘plaintain’ Butuh pengolahan sebelum dikonsumsi. Kulit buah kuning, dagng buah jingga, lembut, bertepung, satu tandan 2 sisir.
Musa (ABB grup) Buah kecil – medium. Kulit buah kuning, kulit agak tebal, daging lembut, putih, agak kenyal, satu tandan 8 – 10 sisir.
Musa (ABB grup), subgrup ‘Bluggoe’ Selalu diolah sebelum dikonsumsi. Buah medium, kulit tebal, kulit menjadi kuning kecoklatan ketika masak. Daging jingga lembut dan bertepung. Satu tandan 7 sisir.
Musa (BBB grup) Buah medium – besar, bersudut, kulit tebal, kuning, buah putih, keras, berbiji, manis, satu tandan 10-16 sisir.

Secara sederhananya sih pisang yang memiliki karakter A cenderung berasa manis dan tekstur yang halus dan lembut. Sedangkan pisang karakter B memiliki tekstur yang kasar, buah yang tidak enak rasanya jika dimakan langsung namun harus diolah terlebih dahulu agar dapat dikonsumsi.

Jadi, kalau nanti makan pisang setidaknya bisa menebak genome-nya berdasarkan citarasa.

Satu hal yang paling sangat menarik dalam skripsi teman saya ini adalah pemanfaatan pisang oleh masyarakat lokal Sulawesi Utara sebagai bahan obat tradisional. Dalam Djoht (2002) menuturkan bahwa di Sulawesi Utara, daging buah pisang Yaki (Musa acuminata Colla var. tomentosa) yang ditumbuk  dengan sepotong kunyit digunakan untuk obat gonone, sejenis kutu.

Seharusnya saya baca ini sebelum saya tiba di sini (Tangkoko). Sudah 3 bulan ini saya berhadapan dengan kutu yang bernama gonone. Jangan ditanya rasanya bagaimana, gatal minta garuk.

Suatu saat saya akan cerita tentang si gonone ini. Makhluk ajaib penghuni hutan Tangkoko.

Yup, sekian dulu tentang pisangnya, selamat menikmati.

IMG_1575

sumber: Hehakaya, Matius Andreas. 2010. Studi Pengetahuan Penduduk Tentang Kultivar, Kegunaan, Pengolahan dan Budidaya Pisang (Musa spp.) Di Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran.

2 comments

  1. thisisrizka · Maret 31, 2012

    waaah, ini buah kesukaan semua primata seperti saya! ditunggu cerita gonone-nya Kang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s