hujan tidak datang di pagi hari

Kemarin. Saya berharap hujan akan datang di pagi hari. Sayang, dia tak kunjung datang. Terlalu jauh mungkin.

Tapi dia hadir. Dalam mimpi. Membuatku tertidur lelap. Selelap-lelapnya. Hingga kesiangan untuk mengejar monyet.

Saya pernah menulis tentang hujan di pagi hari. Menyedihkan. Menurut saya.

Sama seperti percakapan terakhir saya dengan seseorang. Pagi hari. Dan hujan.

Hanya kamera digital yang menghiburku saat itu. Dengan beberapa potret bahagia orang yang baru saja menikah. Saya tidak kenal siapa mereka. Yang jelas, mereka berbahagia. Saya tidak.

Saya tahu rasanya kesedihan di kala hujan pagi. Walaupun begitu saya rindu. Rindu berselimut hangat.

Jika hujan memang tidak akan datang pagi hari. Bangunkan saya lebih awal. Saya mau ke hutan. Mencari monyet.

6 comments

  1. Mikroskop Digital · Februari 8, 2012

    kata”nya puitis,,enak dibaca.

  2. Hijihawu · Februari 8, 2012

    Lagi bete ya Ung? Maaf kalo salah…. Semangat, ntar yg dicari keburu kabur.😀

  3. Intan Rasyid · Maret 16, 2012

    ah.. padahal saya sudah terenyuh dengan kata-kata manisnya tapi antiklimaksnya buat saya ketawa jadinya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s