balonku (memang) ada lima

Kemarin, saya melihat seorang bocah kecil. Dia berjalan dengan sebuah balon berwarna merah hati. Besar. Lebih besar dari badannya. Bahkan kedua tangan si bocah itu tak sanggup untuk merangkulnya.

Bukan hanya si bocah. Sebenarnya, saya juga punya/pernah punya/akan punya balon juga. Ada lima balon yang sampai saat ini saya miliki/pernah miliki/akan dimiliki.

Balon pertama berwarna biru. Cukup lama sekali. Mungkin satu dekade yang lalu. Setelah satu tahun menyimpannya, saya kehilangan dia di sebuah mall di bandung.

Sedih. Tentu saja. Dia balon pertamaku.

Balon kedua, warnanya merah-muda. Warnanya terlalu feminis untuk seorang laki-laki. Tapi cukup menyenangkan memilikinya.

Entah kenapa saya tiba-tiba meninggalkannya. Di bus damri. Ketika bus mulai pergi menjauh, saya melihat balon merah-muda menyembul dari jendela. Basah ditetesi hujan malam. Lalu hilang ditelan gemerlap lampu jalanan.

Balon yang ketiga, warnanya ungu. Saya menyimpannya, tapi tidak tersimpan rapi.

Awalnya, saya mengira balon ungu mengempis. Mungkin karena sering terkena panas dan dingin. Lalu saya berinisiatif memompanya. Terlalu banyak saya memberinya angin. Ia mengembung dan “Dar”. Hanya satu potongan kecil yang tertinggal. Sebagian besar hilang.

Balon keempat, berwarna kuning. Dia terbang di langit. Terlihat seperti matahari.

Meskipun dia jauh di atas, saya memegangnya dengan seutas tali yang terbentang. Terikat di pergelangan.

Sampai kapan tali ini akan terus terbentang. Tergantung angin, tergantung tali, tergantung tangan. Tergantung cuaca saat ini.

Suatu hari mungkin saya harus menariknya. Bila petir datang.

Balon terakhir, balon kelima. Warnanya putih. Lebih tepatnya tak berwarna.

Tidak begitu yakin warnanya seperti apa. Masih tersimpan rapi di dalam etalase toko. Jika suatu hari saya memilikinya, saya akan memberikan warna padanya.

Terlihat bagus, menarik. Mungkin bukan saya seorang yang ingin memilikinya. Atau melihatnya terpajang di etalase toko.

Itulah balon-balon yang pernah/sedang/akan saya miliki. Mana yang terbaik? Semuanya bagus. Yang jelek hanyalah bagaimana saya merawat, menyimpan, dan menjaganya

sumber gambar: nyabunny605.deviantart.com/art/Balloon-Sketch-144758395

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s