Sawit dan Pembunuhan Massal

“Sebut saja saya munafik jika saya mengatakan bahwa saya ANTI SAWIT namun masih menggunakan produk-produk yang dihasilkan olehnya.”

Tidak bisa dipungkiri memang jika kini minyak sawit menjadi prospek yang menguntungkan dan mengantungkan. Namun dibalik itu semua, keberadaan perkebunan sawit ternyata tidak bisa menjadi jaminan akan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Sangat bertolak belakang sekali dengan kampanye manis yang disampaikan Audi Item  dan Ari Lasso selaku Duta Sawit yang mengatakan bahwa sawit memberikan banyak keuntungan. Sepertinya mereka harus mulai belajar membaca berita yang tersiar di salah satu surat kabar lokal Samarinda dan juga media-media lainnya yang mulai marak menyuarakan perlindungan.

Ya, sebuah berita pahit dan pilu yang harus saya baca di tahun ini. Betapa tidak, di surat kabar tersebut tertulis telah terjadi pembantaian terhadap orangutan yang didalangi oleh salah satu perusahaan sawit di Kutai Kartanegara pada rentang tahun 2009-2010. Jumlahnya pun tidak sedikit, puluhan.

Kenapa mereka melakukan pembantaian?

  • Penyebab utamanya dikarenakan orangutan masuk ke areal perkebunan dan merusak sawit-sawit yang sedang tumbuh. Dan itu adalah kerugian bagi pengusaha.

Lalu kenapa orangutan masuk ke perkebunan?

  • Karena habitat orangutan yang berada di dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) bersebelahan dengan perkebunan. Dan bukan salah orangutan jika ia tidak mengerti batas wilayah.

 

Bukan tanpa sebab jika orangutan keluar dari habitatnya. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya, salah satu di antaranya tak lain adalah makanan. Namun dalam hal ini, masuknya orangutan ke perkebunan justru ditenggarai oleh ekspansi perluasan area perkebunan yang tentu saja menekan area jelajahnya. Mudah saja bagi manusia untuk menentukan batas kawasan, sedangkan menurut orangutan, di mana tempat dipijak di situlah dia tinggal.

Bagi perusahaan sawit, keberadaan orangutan di perkebunan adalah hama yang sangat menganggu. Tunas sawit-sawit muda yang baru ditanam menjadi santapan empuk untuk dirusak. Dimakan, mungkin saja meskipun cukup aneh bagi saya mendengar orangutan makan tunas sawit. Tidak ada dalam catatan alamiah orangutan makan sawit, karena sawit bukan tumbuhan asli hutan.

Dan seperti upacara pengusiran hama, orangutan pun dijadikan objek yang harus dibasmi. Perusahaan perkebunan sawit membuat sayembara bagi siapa saja yang bisa membunuh-menyingkirkan-membasmi orangutan dengan iming-iming imbalan yang lumayan besar. Berkisar antara 500 ribu hingga dua juta.

Bagaimana tidak menggiurkan. Para pekerja perkebunan yang katanya “tercukupi kebutuhannya” tentu tidak segan untuk berburu orangutan. Bila terjadi pertemuan antara pekerja perkebunan dan orangutan, maka ia tak lagi takut untuk membacok membabi buta, mengambil sedikit bukti (foto atau anggota tubuh), lalu menunjukkan pada perusahaan, dan uang pun turun.

Kekejaman terhadap orangutan pun dilakukan dengan metode lain. Layaknya hama tikus, orangutan diracun. Ya, mereka menggunakan pestisida yang dilumuri pada pisang dan disebar di sekitar perkebunan. Orangutan yang memakan pisang tersebut tentu akan keracunan hingga meregang nyawa. Jika dia masih sadar dengan keadaan lemas, maka cara pertama pun ditempuh untuk segera mengakhirinya.

Sungguh sebuah upaya pembantaian yang keji dan tidak dapat dibenarkan. Secara undang-undang, sudah sangat jelas sekali bahwa orangutan adalah satwa yang dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990. Namun lagi-lagi, fakta yang sesungguhnya mengatakan bahwa orangutan adalah satwa yang dilindungi tapi tidak terlindungi.

Entah berapa banyak nyawa orangutan yang harus mati sia-sia dengan alasan konflik. Sebuah konflik yang dinyatakan sepihak.

Wahai sawit, bijaklah dengan apa yang kau tanam.

9 comments

  1. noname · Oktober 2, 2011

    Menyedihkan ya kang. Bener kata akang, kita nggak bisa sekonyong-konyong menyalahkan orangutan sebagai oknum perusak/hama bagi perkebunan kelapa sawit. Orangutan hanyalah hewan, di otak mereka hanyalah ada pikiran ttg gimana caranya mereka bertahan hidup, cari makan, dan kawin. Mereka beda sama manusia, mereka nggak bisa dikasih pengertian selayaknya manusia. Tapi bukan berarti dgn demikian, manusia seolah diperbolehkan memperlakukan mereka selayaknya hama yg harus dimusnahkan. KIta musti pake pendekatan yg beda, pake otak, cari penyebabnya, jangan menciptakan solusi yg pake otot doang.🙂
    Saya yakin, orangutan nggak bakalan mengganggu lahan kelapa sawit, kalau saja wilayah tempat tinggal mereka nggak diusik/dirusak.

  2. Ichwan · Oktober 2, 2011

    Manusia harusnya menyayangi binatang, dan pemerintah mnau serius menangani masalah ini

  3. alamendah · Oktober 2, 2011

    Untung usaha melegalkan kebun sawit jadi hutan lewat Permenhut 62/2011 banyak ditentang sehingga Menhut enggan meneruskannya.
    Dan soal pembantaian itu, pihak terkait harus berani mengusut tuntas, ki.

    • Ismail Agung · Oktober 2, 2011

      Betul sekali, ini adalah hal terbodoh yang saya pernah dengar dari seorang Menhut yang ingin menyamakan kebun sawit dengan hutan. Jelas tidak sama dan tidak bisa disamakan.

  4. ali · Oktober 6, 2011

    tidak berprikemanusian… hukum dan adili pelaku pembantaian

  5. mygoodnessolivia · Oktober 7, 2011

    MENGERIKAN!
    Disaat manusia bisa lebih barbar dibanding kaum hewan!

  6. usagi · Oktober 16, 2011

    bagi para pengusaha itu
    Uang adalah segalanya
    Mereka gak akan pernah perduli,,
    Dengan satwa yg mati

  7. yudhie · Oktober 20, 2011

    dasar orang2 biadap g punya otak….. aws lo ntar dpt blsan atas apa yg lo perbuat…..dasar babi……..

    • Ismail Agung · Oktober 20, 2011

      Weis, sabar Mas… jangan keburu emosi. Kita doakan yang baik-baik bagi mereka agar senantiasa diberikan kesadaran dan rasa tanggung jawab atas dampak yang mereka berikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s