Exploring Heart of Borneo

*Sebuah tulisan yang tertunda berbulan-bulan

heart of borneo

Tiga bulan berada di dalam hutan rimba adalah pengalaman luar biasa dalam hidup saya. Untuk pertamakalinya saya bisa merasakan bagaimana serunya berpetualang di hutan rimba, mengamati satwa-satwa, dan menikmati alam yang lestari. Dan semua itu terbalut menjadi satu dalam ekspedisi Murung Raya-Heart of Borneo Project.

Tidak mudah memang bagi kami untuk mencapai ke lokasi ekspedisi yang tepat berada di jantung Borneo. Perjalanan darat dan air kami tempuh. Entah berapa banyak sungai yang kami lalui, entah berapa banyak desa yang kami singgahi. Entah berapa kali muatan logistik yang beratnya mencapai 3 ton harus kami turun-naikan. Dan entah berapa kali kendala teknis menghadang perjalanan kami.

Semua itu tidak menyurutkan perjuangan kami, hingga akhirnya kami tiba di lokasi yang dituju Sungai Mohot.

heart of borneo project

heart of borneo

Di ekspedisi ini saya mendapatkan peran untuk mengsurvey keberadaan satwa khususnya mamalia. Maka oleh karena itu, jalur transek sepanjang 2 Km menjadi sarapan pagi dan makan malam pada saat pengamatan berlangsung. Melelahkan memang, tapi ini luar biasa saat membayangkan bahwa saya berada di tengah hutan yang jauh dari hiruk pikuk, di tengah hutan di mana mudah saja bagi saya untuk tersesat, di tengah hutan yang masih kaya dengan satwa liar yang belum pernah saya lihat sebelumnya, di tengah hutan yang gelap gulita.

Sepanjang jalur transek saya menemukan berbagai macam satwa mammal, diantaranya adalah primata seperti Owa Ungko, Kelasi, Lutung Dahi-putih, Beruk dan Monyet Ekor-panjang. Selain itu juga saya menemukan Kijang, Rusa Sambar, Kancil, Musang, bahkan Beruang Madu yang membuat saya cukup takut jika menganggunya. Secara pribadi, saya sangat senang sekali bisa melihat Owa yang ada di Kalimantan. Meskipun cukup sulit untuk melihatnya dengan jelas karena mereka sangat berhati-hati sekali terhadap manusia. Setiap pagi Owa-owa selalu membangunkan kami dengan nyanyiannya yang khas, seakan mengajak saya untuk memulai hari dengan semangat.

Heart of Borneo Project

Heart of Borneo Project

Di minggu-minggu akhir ekspedisi, saya dan beberapa orang dalam team ekspedisi memisahkan diri membentuk team kecil. Fokus kami adalah mencari Owa Hybrid. Sejenis Owa yang merupakan persilangan dari Owa Mueller dan Owa Albibarbis. Karena hasil pengamatan di sekitar areal camp tidak menunjukkan keberadaan Owa Hybrid, maka kami memutuskan untuk mencari di lokasi lain yaitu Sungai Joloi.

Selama satu minggu, team kecil yang berisi 6 orang menyusuri Sungai Joloi dan berhenti di tiga titik pengamatan. Rintangan selalu saja datang menghadang. Cuaca kadang tidak bisa diprediksikan sehingga kami harus berjibaku menghadapi kondisi sungai yang menyulitkan perahu. Namun semua itu tidaklah sia-sia, di hari terakhir team kecil menyusuri sungai Joloi, Owa Hybrid terdengar bernyanyi.

Hutan ini terlalu luas untuk kami ketahui seluruh isinya. Masih banyak satwa-satwa lainnya yang belum sempat kami temukan. Semoga saja hutan ini masih tetap bertahan dan dihindarkan dari upaya pengrusakan sehingga ekspedisi bisa dilanjutkan kembali di lain waktu.

Banyak cerita seru yang terjadi selama ekspedisi berlangsung, saat berangkat, saat berkumpul di camp, saat pengamatan di jalur transek, saat menyusuri Joloi, hingga kembali pulang. Banyak hal menarik yang saya temukan di sana, suka maupun duka. Dan ini adalah pengalaman berharga yang tak akan bisa saya lupakan. Terima kasih HoBP.

Heart of Borneo Project

Heart of Borneo Project. Nov 2010 – Feb 2011.

3 comments

  1. abu4faqih · September 15, 2011

    Vote Ung’s as Greenest Blog Forever and Ever🙂

  2. Hartati Sinaga · Mei 7, 2012

    Perkenalkan saya Tati dari Sambas, Kalimantan Barat. Ada kesempatan untuk join Thousand Rapid Rainforests Expedition di Hutan Lindung Bukit Batikap 28 Juli – 16 September 2012. Saya sudah kirim aplikasi dan akan interview tgl 9 Mei, lusa ini via skype call/gtalk dengan Martin Holland dan Tim van Berkel dari HoBP. Saya ingin tahu lebih banyak soal ekspedisi ini, terutama dari yang sudah mengalaminya sendiri. Apakah bisa ngobrol via YM atau Gtalk atau lainnya? Jika berkenan. Terima kasih.

    Salam,
    Tati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s