Pelanduk Dada-putih, Burung Yang Suka “Minta Duit”

pelanduk dada-putih

Berhubung dari kemarin isi postingannya Orangutan mulu, sekarang balik lagi ke burung. Kasian nih burung, file fotonya sudah teronggok lama di folder si Tara *nama netbook saya*.

Nama Indonesia untuk burung di atas adalah Pelanduk Dada-putih, latin Trichastoma rostratum dan nama Inggris White-chested Babbler. Berdasarkan buku panduan Mbah Kinnon, burung pelanduk masuk ke dalam suku burung pengoceh. Diklasifikasikan demikian karena burung ini cenderung berkicau layaknya sedang mengoceh (entah bagaimana saya harus mendeskripsikan suara mengoceh).

Selain itu, burung pelanduk memiliki sayap yang pendek dan bukan penerbang yang kuat. Maka tak heran jika menjumpai burung ini lebih banyak di permukaan tanah ataupun semak belukar ketimbang di tajuk pohon.

Khusus burung Pelanduk Dada-putih, burung ini hanya bisa ditemukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Umum di hutan rawa, hutan mangrove, hutan tepi sungai hingga ketinggian 500 meter di atas permukaan laut.

Jika anda tinggal di Samarinda, burung ini juga dapat ditemukan di sekitar kawasan Kebun Raya Unmul Samarinda. Di Kalimantan, burung suara Pelanduk Dada-putih dikenal dengan 3 bunyi nada yaitu “minta duit” *kesannya kok kayak pengemis banget nih burung*. Jadi, jika ingin mudah menemukan burung satu ini syaratnya hanya satu, sedia dompet tebal penuh isi. Hehehe..

-Ung-

12 comments

  1. alamendah · September 9, 2011

    Kalau gak salah secara global populasi burung ini hanya bisa dijumpai di kawasan asia tenggara. Kalimantan, Sumatera, Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

    • Ismail Agung · September 9, 2011

      Berhubung saya orang Indonesia, jadi cakupannya se-sumaterakalimantanjawabalisulawesipapuadanpulaupulaukecildisekitarnya.

      Terima kasih sudah menambahkan.

  2. Irfan Handi · September 9, 2011

    Ditempat saya sudah jarang ditemui burung seperti ini mas, yang banyak burung gereja, he.he . . .

    • Ismail Agung · September 9, 2011

      Semakin banyak Burung Gereja berarti semakin banyak pemukiman dan semakin banyak sampah. Biasanya kaitannya ke arah situ.

      Sabar ya Mas, lain kali main ke hutan atau kebun raya, biar bisa lihat burung selain Burung Gereja😀

  3. sulunglahitani · September 9, 2011

    Wah, agak mirip sama Burung Gereja ya? tapi beda rupanya. Saya sendiri sudah jarang melihat burung liat beterbangan di sekitar lingkungan saya, Mas.

    • Ismail Agung · September 9, 2011

      Waduh, sepertinya burung gereja itu primadona deh. Terkenal di mana-mana. Membedakan burung gereja itu gampang, tinggal lihat tompel di pipi kiri dan kanannya.

      Udah mulai jarang burung, sebaiknya segerakan menanam dan merawat pohon di halaman rumah. *saran positif*

  4. Agung Rangga · September 9, 2011

    hmm, pengen dengar suara burung ini~😳
    apa beneran berbunyi “minta duit” ya?😯

  5. fandy · September 10, 2011

    di Kalimantan itu istilah “pelanduk” ternyata populer untuk banyak hal dan hewan ya, selain aslinya yg kancil.

    pas ke kalbar beberapa waktu lalu, ada bagian sungai yg paling riak dan berbahaya di kAKI Puncak Borneo, namanya riam pelanduk.
    😀

    nyambung ga sih, mas Agung…

    artikelnya bermanfaat banget ni.. sya suka info2 fauna meski kurg mendalami…

    • Ismail Agung · September 10, 2011

      Bisa juga, mungkin maksudnya riam di sana tajam seperti tanduk “pelanduk” aka kancil, hehehe (maksa nyambung).

      Terima kasih banyak.

  6. Ping-balik: Pelanduk Dada-putih | Kebun Raya Unmul Samarinda
  7. ryan k.blogspot.com · Agustus 14, 2013

    apa makanan utama burung pelanuk dada putih ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s