Orang Mana?

Namanya Orangutan, berarti hidupnya ya di hutan dong. Sayangnya, ga semua Orangutan bisa hidup di hutan. Ada yang tinggal di rumah (dipelihara), ada yang di Kebun Binatang (dipertontonkan), ada pula yang di pusat rehabilitasi (diselamatkan).

Dari semua tempat hunian baru Orangutan sebenarnya cukup menjanjikan. Orangutan ga perlu bingung lagi untuk cari makan. Segala kebutuhannya sudah tersedia. Tinggal 5M, makan, minum, main, merem dan modol. Asyikkan?

Jelas tidak. Namanya Orangutan ya tinggal di hutan. Kalau dia tinggal di rumah, jadi Orangrumah. Tinggal di Kebun Binatang, jadi Orangbonbin. Tinggal di rehabilitasi, jadi Orangrehab. Harusnya dia bubur merah bubur putih dulu.

Hutan itu ibarat takdir hidupnya. Tidak tinggal di hutan, berarti takdir hidupnya sudah dirampas. Siapa pelakunya? Semua bisa jadi tersangka. Saya, kamu, anda, engkau, ente, elu, kami, kita, kalian, lu lu pade, semua bisa jadi tersangka.

Orangutan tinggal di hutan. Di mana hutan?

Pertanyaan yang mengelitik. Berhektar-hektar hutan di ada di Indonesia. Sayangnya, hampir semua hutan sudah ada hitam di atas putih. Yang disisakan hanya bukit-bukit gundul yang tidak jelas statusnya. Ada hutan tapi punya juragan anu. Mau dibikin anu. Untuk anu. Supaya dapat anu. Nanti jadi anu.

Lagi-lagi takdir Orangutan sudah diperkosa. Lalu ditinggalkan begitu saja. Habis nikmat, dibuang sayang saja.

Takdir Orangutan tinggal di hutan. Lebih baik di hutan. Bagusnya di hutan. Aman di hutan. Bahagia di hutan. Siapa mau ke hutan?

Orangutan (sambil ngacung).

orangutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s