Welcome Back, Sancang 2011 (Bag I)

Pada akhirnya, saya kembali lagi ke Sancang. Setelah kurang lebih 4 bulan meninggalkan ternyata di sini banyak juga kejadian berupa hal baik dan hal buruk.

Mungkin diawali dengan hal buruk saja dulu. Ceritanya begini, di awal tahun 2011, Bejo salah seorang guide yang direkrut secara tidak sengaja telah kabur, raib, menghilang tanpa jejak dengan membawa barang-barang yang bukan miliknya. Bajingan satu itu sebenarnya sudah bermasalah semenjak kepergian saya. Malah saya sudah menyarankan untuk sesegera mungkin mengantinya karena kehadirannya justru membuat warga desa sancang termasuk pula Keluarga Emak Haes merasa tidak senang.

Sebelumnya saya sempat menegurnya untuk menjaga perasaan warga desa dan lebih menghormati mereka. Karena bagaimanapun, kami adalah orang luar yang hanya menumpang sementara. Awalnya berjalan baik, tapi ternyata tidak sepenuhnya seperti itu. Hingga di hari keberangkatan saya meninggalkan sancang, berita kurang sedap itu malah muncul kembali.

Dia menyangkalnya. Menurut dia, tidak ada masalah antara dirinya dengan warga sancang, termasuk pula Keluarga Emak Haes.

Namanya juga bau bangkai, lama kelamaan bakal kecium juga baunya. Salah seorang warga melaporkan bahwa ternyata dia memiliki hutang sebesar sekian rupiah. Berbagai pertanyaan lalu muncul. Kenapa bisa dia punya hutang, padahal segala kebutuhan harian sudah ditanggung oleh Melissa. Lagipula, upah dia sebagai pemandu sudah lumayan cukup besar untuk ukuran pemandu tanpa latar belakang.

Keputusan untuk memberhentikannya sebagai pemandu sudah bulat. Tapi karena secuil hutangnya pada warga dan dia tidak punya uang untuk membayarnya, membuat teman-teman urung dan iba. Terlebih lagi kami tidak mau ada masalah yang muncul setelahnya.

Akhirnya teman-teman dan atas persutujuan Melissa memberikan tenggang baginya hingga tahun baru agar bisa melunasi hutangnya.

DSC_0397Maksud hati menolong, eh malah kecolong. Di awal tahun, di hari pembayaran upah, dia raib. Tak hanya dirinya, sejumlah barang-barang yang bukan miliknya pun ikut raib. Satu koma sembilan juta rupiah, satu buah telepon genggam, dan satu buah PDA dibawanya pergi.

Lebih parah lagi, dia masih menyisakan hutang yang belum terlunasi.

Pelajaran yang cukup berharga bagi kami untuk tidak mudah percaya pada kisah murahan. Pelajaran penting untuk tidak memperkerjakan seseorang yang tidak jelas latar belakangnya. Pelajaran mahal bagi kami untuk bersikap tegas dalam bersikap. Banyak pelajaran yang bisa kami petik dari kejadian ini.

Semoga Bejo selalu dalam lindungan yang Maha Kuasa dan diselamatkan dari jalan yang sesat.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s