Wabah Cacing Kulit (Kegatelan part II)

Masih nyambung dengan tema sebelumnya yaitu kegatelan. Di minggu-minggu ini ada penyakit gatel yang sedang mewabah di kalangan para bule. Maksudnya, penyakit gatel tersebut hanya menyerang kawan-kawan bule saja, sedangkan kami-kami yang lokal aseli Indonesia alhamdulillah masih diberikan kesehatan jasmani (rohani sedikit terguncang).

Penyakit aneh tersebut (kami menyebutnya aneh karena hanya kaum bule saja yang menderita) awalnya hanya berupa gejala gatal-gatal biasa. Namun lama kelamaan, rasa gatal itu malah semakin tumbuh membesar, seperti ada sesuatu yang hidup di dalamnya. Hingga akhirnya, bentuknya semakin nampak jelas seperti sehelai benang merah tipis yang tertanam di dalam kulit.

Dari bentuknya yang seperti sehelai benang, tentu saja pikiran kami langsung teralih kepada satu jasad yang cukup umum yaitu cacing. Lalu darimana si cacing itu berasal?

Mulanya kami mengira bahwa penyakit aneh itu berasal dari sungai dimana kami biasa menghabiskan waktu untuk mandi. Dilihat dari tempat cacing tersebut menjangkiti yaitu pergelangan tangan, jari, telapak kaki, betis, hidung bahkan barang kemaluan, maka sudah tentu pasti lokasi yang dicurigai adalah lokasi yang dekat sekali hubungannya dengan barang anu.

Tapi, lokasi sungai sebagai sarang cacing juga masih meragukan. Semua orang di basecamp menggunakan sungai. Dari mandi, cuci baju, kencing, dan juga BAB (buang air banyak) semuanya dilakukan di sungai. Kecuali BAB, klo mereka sih punya toilet duduk khusus yang digali, mojok di sudut basecamp (dan sekarang, baunya udah mulai ga tahan gila!!).

Sempat kita berandai-andai,
“Jangan-jangan si cacing pengen cobain yang namanya darah made in Europe”.
Namun yang pasti, mungkin orang Indonesia lebih TEBAL KULIT ketimbang orang Europe. Jadinya kami lebih tahan penyakit* (baca: malu).

Penduduk aseli (masyarakat desa) yang tinggal dekat basecamp pun merasa keheranan dengan penyakit aneh tersebut. Tidak satu pun dari mereka yang pernah menjumpainya. Malah setelah melihat penampakan dari penyakit aneh itu kami jadi sedikit parno jika ada gatal di salah satu bagian tubuh.

Dari satu orang yang kena, kini sudah ada lima orang yang mencoba bersabar menahan diri untuk tidak mengaruk. Dan mereka bilang, “Everyday, it’s getting long….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s