Tiga Hal Penyebab Kegatelan

~Catutan hari ke 30~

Cuman satu yang bikin saya ga suka dari kegiatan ekspedisi ini, yaitu kegatelan. Bukan main rasanya klo tidak digaruk. Tapi klo digaruk juga malah jadi bukan main infeksi luka akibat garukan.

Ada tiga hal penyebab kegatelan yang selama ini sering saya alami. Yaitu nyamuk, rangit, dan pacet. Kegatelan akibat nyamuk lumayan agak jarang, meskipun begitu makhluk satu ini musti diwaspadai karena kasus demam malaria di kalimantan ini cukup umum terjadi. Malah desa terdekat dengan ekspedisi ini juga punya catatan malaria.

Untuk mencegah malaria saya menggunakan pil Kina yang harus diminum 4 butir sehari selama dua minggu. Tapi karena sering kelupaan dan terlalu lupa, hingga sekarang pil tersebut masih tersisa dengan rapi di kotak obat. Nah untuk rangit, serangga kecil satu ini memang bisa bikin senewen. Rasa gatal darinya selalu bikin saya kepengen banget untuk nampar mukanya. Ga mungkin sih, wong ukurannya cuman satu milimeter.

Si Rangit ini terkadang suka muncul dimana saja, di camp, di sungai, bahkan di lokasi pengamatan. Dan dia ga sendirian alias banyakan, tapi nyerangnya satu-satu, udah gitu ga ada bunyinya. Tahu-tahu cuman kerasa gatal. Untuk ngakalin nih serangga bisa dengan menggunakan repelant atau anti nyamuk lotion. Tapi beberapa merk lotion anti nyamuk itu punya bau khas yang cukup menyengat dan itu sebenarnya cukup menganggu klo mau pengamatan. Dan lagi itu hanya bekerja sementara.

The most I hate, Pacet. Binatang tak bertulang, kenyal-kenyal, penghisap darah ini lumayan sering kena. Sedikitnya ada satu yang menempel di salah satu anggota tubuh pada saat pengamatan berlangsung. Hebatnya, binatang menjijikan ini cukup lihai untuk mencari celah-celah sempit di antara celana dan kaos kaki serta pakaian. Bayangkan saja, dia tiba-tiba ditemukan di lutut, tumit, sela-sela jari tangan/kaki, lipatan celana dalam (pinggang), bahkan yang lebih parahnya selangkangan.

Rasa gatal akibat pacet terletak pada bekas luka yang ditinggalkan. Bekas luka berbentuk segitiga menyisakan rasa gatal yang jika digaruk malah dapat mengakibatkan si luka lebih lama untuk sembuh. Butuh waktu 3 bulan agar si luka bekas pacet hilang secara alami, dan akan lebih lama lagi jika si korengnya dikorek-korek.

Ada dua jenis pacet yang pernah saya temui di sini. Yang pertama berwarna merah kecoklatan polos, dan yang kedua hijau bercorak. Yang hijau, minta ampun gatalnya. Biar terhindar dari pacet, usahakan untuk menggunakan kaos kaki tebal (kaos kaki dua lapis), semprot sepatu yang digunakan terlebih dahulu dengan obat serangga, masukkan celana ke dalam kaos kaki.

Sebenarnya masih banyak lagi penyebab gatal di ekspedisi ini. Mungkin postingan berikutnya saja. Garuk-garuk ah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s