Untuk Keselamatan, Taati Peraturan

Kami punya beberapa aturan dalam menjalankan Ekspedisi ini. Dan semua aturan itu tentunya demi kelancaran dan keamanan ekspedisi. Aturan yang berlaku ada yang bersifat baku, yang intinya tidak boleh tidak, dan ada juga yang sifatnya tidak tertulis.

Salah satu aturan baku diantaranya adalah aturan pada saat pengamatan. Setiap kali kami akan melakukan pengamatan ada papan tulis yang mana harus diisi dengan, nama yang berangkat, jam berangkat, jam pulang dan lokasi pengamatan. Selain itu pula, aturan yang berlaku tidak memperkenankan kami untuk melakukan pengamatan seorang diri, minimal harus berdua. Dan itu juga dalam radius sekitar 500 meter dari basecamp.

Lebih dari radius tersebut atau pengamatan di sekitar jalur transek penelitian, minimal kami harus bersama tiga orang. Jumlah tersebut akan berubah lagi saat melakukan pengamatan malam. Sedikitnya harus ada empat orang yang pergi bersama. Tujuan dari aturan tersebut sebenarnya adalah untuk memudahkan proses evakuasi belum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Namun terkadang, aturan tersebut justru menjadi hal yang menghambat jadwal penelitian. Kekurangan jumlah orang memaksa kami untuk menunda pengamatan ke hari lain. Akibatnya tentu saja berkaitan ke jadwal awal. Penjadwalan ulang.

Saya sendiri pun sempat kena teguran karena aturan tersebut. Masalahnya dikarenakan kami pulang ke basecamp tidak sesuai dengan waktu yang kami cantumkan di papan. Saya memperkirakan bahwa jam pulang adalah sekitar pukul satu siang. Kenyatannya, kami justru baru pulang pada pukul dua siang.

Keterlambatan satu jam tersebut ternyata membuat seisi basecamp panik. Hingga akhirnya mereka merencanakan untuk menjemput kami di jalur transek tempat kami melakukan pengamatan. Untungnya kami baik-baik saja, tidak kekurangan sesuatu apa pun.

Mungkin mereka terlalu khawatir karena hutan rimba Kalimantan cukup berbahaya. Dan lagi proses evakuasi menuju rumah sakit terdekat bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Dan kami sebagai orang lokal terlalu nyantai saat berjalan. Karena kami pikir, kenapa kami tidak menikmatinya. Daripada tergesa-gesa dengan peluh keringat bercucuran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s