Beruang, Musang dan Tahun Baru

Selamat tinggal duaribu sepuluh.

Terima kasih atas segala kerja keras, semangat, romansa, kebahagian, kesedihan, rasa bangga, dan lain-lain, dan masih banyak lagi yang luar biasa.

Baiklah, mengawali hari yang baru di tahun yang baru di tempat yang juga baru (di tengah hutan rimba pedalaman Kalimantan Tengah). Kami tidak sempat merayakannya dengan sorak sorai gembira, kembang api, panggung band ternama, dan juga menghitung mundur waktu.

Habis mau gimana lagi, hujan rintik-rintik kadang besar kadang berangin dan kadang terdengar suara pohon rubuh menyertai malam pergantian tahun. Suasana makin tambah sepi karena beberapa pemandu lokal juga malah minta ijin untuk pulang kampung selama satu hari. Janjinya sih satu hari, tapi janji tinggal janji. Mereka terlalu mabuk dengan perayaan tahun baru, hingga batas waktu yang mereka janjikan malah tidak terlihat batang hidungnya karena ditinggal pergi oleh juru kemudi perahu.

Dan lebih gilanya, si juru kemudi perahu bercerita bahwa bukan hanya si pemandu lokal saja yang mabuk. Hampir satu desa mabuk-mabukan gila-gilaan. Tua muda, pria wanita, larut dalam pesta. Mungkin sudah menjadi rutinitas tahunan mereka menyambut tahun baru dengan satu gentong arak yang diarak bergiliran. (catatan: bukan contoh yang baik untuk ditiru)

Sedangkan kami-kami yang di Camp cenderung menghabiskan malam pergantian dengan menonton film Inception. Tanpa subtitle. Kebayang bingungnya nonton film dalam dunia mimpi yang sedang bermimpi memimpikan mimpi yang isinya mimpi.

Tapi bukan mimpi kalo malam-malam sebelumnya kami sempat dikejutkan oleh kunjungan seekor Beruang Madu (Sun Bear, Helarctos malayanus) ke Camp. Suasana Camp jadi ramai karena bukannya jadi takut malah jadi penasaran untuk mencari kemana si Beruang pergi. Tidak hanya itu juga, kami justru khawatir kalo Beruang yang mampir ke Camp kami itu adalah Beruang yang sempat kami urus.

Loh kok, jadi ngurus Beruang. Jadi begini ceritanya.

Di minggu-minggu awal Camp kami sempat mengurus seekor anak Beruang Madu yang berasal dari serahan warga desa. Ceritanya sih si Beruang yang kami beri nama Gumbo ini bersama induknya mampir ke salah satu kebun warga. Karena takut, si warga ceritanya dengan terpaksa menembak sang induk. Nah berhubung di situ ada anaknya, eh malah mereka pelihara. Versi beliau sih begitu, benar atau tidaknya hanya dia yang tahu.

Setelah kami coba urus si Gumbo dengan membuatkannya kandang khusus dan merencanakan untuk menyerahkannya ke pihak yang berwajib (dalam hal ini BKSDA). Ternyata usaha itu tidak berhasil. Si Gumbo kabur dari kandang dengan cara merusak (mengigit dan mendorong papan kayu) kandang.

Sebenarnya klo dia cukup umur sih kami tidak khawatir jika dia pergi mengikuti jalan hidupnya. Namun berhubung dia masih terlalu dini, tentunya dia akan kesulitan untuk mencari makan ataupun bertahan hidup. Seganas-ganasnya Beruang, tetap saja dia masih anak bawang. Masih ada beruang dewasa lain di hutan ini, dan dia bisa jadi ancaman teritori.

Hingga saat ini, Gumbo belum juga ketemu.

Dan tadi (1 Jan 2011 pukul 19 lewat), Camp sempat juga dikejutkan oleh sepasang mata yang berkilau saat tersorot lampu. Semua jadi ramai karena lagi-lagi penasaran. Satwa apakah yang mampir ke Camp. Setelah mencoba menganalis perawakan yang terlihat sekilas maka disepakati jika si mata yang berkilau itu adalah Musang.

Herannya… satwa-satwa malam tersebut justru sulit kami temukan pada jalur transek penelitian. Mungkin saja si satwa liar yang mampir ke Camp terpancing seleranya oleh sekaleng Mackarel sisa makan malam. Kayaknya emang perlu pancingan pengugah selera deh biar si satwa malam menunjukkan batang telunjuknya.

Udah ah sampe sini dulu…. ntar dilanjut lagi.

Happy Nice Year Everybody!!

[tags tahun baru, kalimantan, borneo, ekspedisi, nokturnal, nocturnal, beruang madu, musang, sun bear, Helarctus malayanus,

One comment

  1. fitri sukma · Januari 2, 2011

    waaaa..beruaangg??? ingin liat beruaaaang….. jagain ya ung🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s