Selamat Tahun Baru dari Hutan Rimba Kalimantan

Selamat Tahun Baru Masehi 2011..

Menjalani hari yang kedua puluh di hutan rimba Kalimantan, rasa-rasanya ya terasa melelahkan. Rutinitas harian kurang lebih ya berjalan kaki sejauh 5000 meter, melongo kiri kanan, lihat satwa yang lewat, tidur, makan, buang air besar, buang air kecil dan cuci piring, curhat pria.

Yah namanya juga manusia, begitulah hidup.

Di minggu yang ketiga ini cuaca mulai sering mendung. Padahal kita banyak dikejar waktu.
Setiap hari jadwal penuh dengan mengejar jalur transek, bukan si satwanya. Kadang ini bikin bete karena seringkali situasi dan kondisi tidak sesuai dengan metode yang tercantum di buku. Bisa dimaklumi sih, karena bagaimana pun juga ini adalah ekspedisi yang pertama kali, sehingga banyak hal-hal yang ibaratnya “Mari kita lihat dan Coba”.

Dan untuk hari ini, saya meliburkan diri sejenak. Selain karena cape, kebetulan juga hujan besar melanda sejak tadi malam. Dan lebih gilanya, semalam beberapa orang maksain untuk pengamatan amfibi di tengah hujan lebat. Walhasil, paginya ngaringkuk di kasur dengan data kosong hasil perjalanan malam.

Mari kita lihat dan coba…

Untuk minggu-minggu ke depan, sepertinya tugas jalan-jalan di sepanjang jalur transek akan segera berakhir (khusus untuk tim Mammal). Uhuy (dipopulerkan oleh Komeng)… dan digantikan dengan penelitian mendengarkan suara Owa yang sedang bernyanyi dari jam empat subuh sampe jam 12 siang (dari sini kayaknya lagu Bang Rhoma yang “Lari Pagi” bakal sering terdengar). Tugasnya lumayan cukup padat yaitu mencatat setiap lima menit sekali, apakah ada Owa yang sedang bernyanyi atau tidak.

Meskipun jadwal berikutnya “agak” lebih ringan tapi bukan berarti saya puas. Masih besar rasa penasaran saya untuk bisa menemukan jenis-jenis satwa Mammal lainnya, semisal Trenggiling, Binturong, ataupun Tarsius. Mudah-mudahan saja di sisa dua jalur transek esok dan lusa bisa menemukan jenis-jenis baru.

Oh ya, kemarin untuk pertama kalinya saya bisa lihat Kijang (Muntiacus ather..-lupalagi-) langsung dari hutannya. Lucu juga lihat dia berlari, loncat-loncat kayak orang kegirangan. Untung aja mobil Kijang jalannya ga kayak gitu.

Dan untuk tugas mendengarkan suara Owa, semoga saja saya bisa mendengarkan jenis Owa baru alias jenis Owa yang ditenggarai sebagai jenis percampuran dari Hylobates muellerri dan Hylobates albibarbus. Kami menyebutnya sebagai Owa Hybrid.

Mari kita dengar dan lihat…

Sebagai penutup, Selamat Tahun Baru Masehi Dua Ribu Sebelas. 26 Desember 2012 masih 2 tahun lagi.

3 comments

  1. nadia · Desember 30, 2010

    wah kang agung nampak seru ya….

    kang ung kmna wae???

  2. thisisrizka · Desember 30, 2010

    wah owa hybrid. kayak mobil aja.

  3. Felicia · Desember 31, 2010

    nice! jadi pengen ikut juga😀
    foto ditunggu!😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s