from ung: Ekspedisi Segera Dimulai

Perjalanan yang kami lalui lumayan cukup panjang, mungkin ada sekitar tiga minggu kami menghabiskan waktu untuk mencapai lokasi yang dituju. Mulai dari Banjarmasin dengan segala persiapan perlengkapan, lalu Palangkaraya dengan segala urusan perijinan yang ribet, kemudian Puruk Cahu sebuah kota kecil yang sedang berkembang menjadi kota besar dan titik awal perjalanan ekspedisi menuju titik-titik transit berupa desa-desa kecil sepanjang Sungai Joloi.

Dari Puruk Cahu kami berangkat menggunakan dua perahu kelotok berkapasitas 1 ton menuju Batu Ampar. Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Batu Ampar ke Camp Bravo menggunakan mobil Jeep melalui jalan yang dibuat oleh perusahan batu bara, perjalanan lewat sungai tidak bisa dilakukan karena sungai penuh dengan Riam (batu cadas) yang cukup membahayakan. Butuh tujuh mobil untuk mengangkut semua orang termasuk barang, padahal mobil yang tersedia hanya lima. Hal tersebut memaksa kami untuk menunggu.

Sesampainya di Camp Bravo, perjalanan kembali dilanjutkan melalui jalur sungai menuju Desa Tumbang Naan. Butuh waktu 3 jam untuk mencapai Desa Tumbang Naan, namun mengingat banyaknya jumlah barang dan juga ukuran kelotok yang tidak cukup besar memaksa kami menghabiskan waktu satu hari dua malam.

Hal yang sama kembali terulang di Desa Tumbang Naan untuk mencapai Desa Tumbang Touhan. Kendala mulai banyak bermunculan saat kami menghadapi karakter masyarakat yang sedikit sulit untuk dipahami. Hingga akhirnya musibah itu datang menimpa salah satu perahu yang kami sewa untuk mengangkut barang. Perahu hampir karam karena kecerobohan pengemudi, barang-barang sebagian hilang tenggelam, dan sebagian lagi tak bisa terpakai karena basah. Meskipun kecewa, kami mencoba memaklumi dan belajar dari kejadian tersebut.

Maksud hati ingin memperbaiki segala kekurangan yang terjadi di desa sebelumnya, kami malah mendapatkan situasi yang lebih rumit di Desa Tumbang Touhan. Lagi-lagi kami berhadapan dengan karakter masyarakat yang sulit dipahami. Padahal perjalan kami untuk memulai ekspedisi tinggal satu langkah lagi. Banyak perbincangan, diskusi dan negosiasi yang kami lakukan. Semuanya hanya untuk mendapatkan sebuah kata yaitu “sepakat”. Nyatanya, kami butuh waktu sekitar tiga hari hingga semuanya bisa berjalan lancar.

Meskipun banyak aral melintang yang kami lalui, dan mungkin hal tersebut akan kami hadapi kembali nanti, mudah-mudahan saja kami sudah lebih siap. Dan sekarang, kami sudah tiba di lokasi Ekspedisi, Sungai Mohot. Waktunya untuk mulai mengamati.

3 comments

  1. Felicia · Desember 31, 2010

    Gung…asa gaya euy..masih bisa posting kieu
    ari urang mah boro2 tiap ke lapangan ga ada signal mulu😀

  2. asli taruna · Januari 16, 2011

    Saya pernah tinggal didesa tb.naan thn 95,96,97 saya sebagai mandor bina desa diseberang desa ini mungkin sekarang bekas camp kami dan bekas jalan tembus main road PT kayu ara jaya raya masih ada sampai sekarang, sedih juga hati ini melihat foto2 yang ada di web ini.mudah2an masyarakat desa tb,naan gak lupa ama saya, saya udah pulang kampung ke kasongan sekarang salam aja buat bapa2 ibu2 sdr(i) yang kenal ama saya,tks

  3. TRISNO · Maret 16, 2011

    saya salah seroang wartawan mendia lokal kalteng yang bertugas di kabupaten Murng Raya, tanggal 14/3 tahun 2011 lalu saya melakukan liputan ke desa tumbanh tohan atau sering disebut tajabankan (atanah bekas ladang, red). kini kehidupan masyarakat di sana sudah mulai merasakan perubahan.
    banyak infrastruktur dasar sudah tersedia seperti sekolah dasar, TK, air bersih, pembangkit litrik tenaga surya hingga Puskesmas pembantu.
    kini di desa paling ujung sungai joloi anak sungai Barito itu sudah memiliki 12 orang guru dan 1 orang tenaha medis.
    warganyapun sudah mulai terbuka dan berfikiran maju untuk membangundesa.
    komitmen pemerintah setempat sangat besar untuk membangun tempat tempat terpencil. tidak tanggung tanggund Dinas Kesehatan Mura ditugaskan untuk membina desa tersebut dengan turun ke desa setiap satu minggu sekali.
    mereka (tim gerbangdesamu (gerakan membangun desa manggatang utus),red) membawa semangat baru dan motivasi baru untuk kemajuan desa, memfasilitasi dan bergotong royong membangun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s