I’m Leaving on the Mini-Bus, (this night)

Hell Yeah…

Akhirnya selesai sudah segala macam perijinan yang bikin mumet, memet, mimit, serta mumut. Dari  urusan imigrasi, kantor polisi hingga sponsor lokal yang isinya adalah berlembar-lembar surat ini itu itu ini, kopi ini kopi itu, tanda tangan di sini tanda tangan di situ, bayar ini dan bayar itu.

Yang ribet tentu saja bukan saya. Toh yang bikin segala macam perijinan adalah mereka, para bule. Saya sih sebagai warga negara yang insya Allah baik ga perlu bikin segala perijinan dan permohonan. Namun tetap saja, imbasnya saya harus sabar untuk menemani mereka dan mendengarkan segala tata cara aturan yang ribetnya minta ampun.

Bahkan hal terburuk pun terpaksa harus saya dengar dari mulut seorang akademisi yang bergelar “propesor”. Gelar dan jabatan tinggi ternyata tidak membuat seseorang menjadi bijak dan lebih dewasa. Mereka sama saja dengan otak-otak politikus kotor yang dipenuhi dengan duit duit duit dan duit. Bayangkan saja, saya sungguh amat sangat malu sekali ketika si propesor mengatakan,

“Every minute you meet me, that’s mean money!”

Whad de pak!!

Gila, kata-kata keangkuhan ini saya dengar sendiri dari mulut seorang propesor yang memiliki jabatan tinggi di sebuah universitas terkemuka di kotanya. Kata-kata tersebut benar-benar membuat saya malu sebagai warga negara Indonesia yang sama-sama doyan Duit. Emangnya jabatan dan gaji anda itu kurang cukupkah untuk memberi makan anak istri anda?

Biarlah, toh harta ga dibawa ke dunia lain. Terserah bapak propesor saja.

Walaupun harus berbete-bete dan bersabar-sabar menghadapi propesor yang satu ini, saya anggap itu sebagai pembelajaran bahwa tidak semua manusia adalah “baik”. Dan yang penting, segala macam ijin bisa berjalan lancar dan kami bisa segera melaksanakan ekspedisi.

Namun sayangnya, ekspedisi tidak sesuai dengan rencana semula. Pada awalnya ekspedisi akan dilakukan melalui perjalanan sungai menggunakan kapal, namun kenyataannya urusan perijinan memaksa kami melakukan perjalanan darat dengan mini-bus karena kami ketinggalan kapal. Jadi, Lock and Load Guys, to Puruk Cahu…

Sampai jumpa ditulisan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s