Kenapa Monyet dan Kera Indonesia Menjadi Penting? (sedikit catatan dari simposium primata)

Saya pikir, 12 jam perjalanan darat di siang hari bisa dikata cukup membosankan. Apalagi menggunakan transportasi yang amat sangat ramah publik sampai dijejal-jejalkan melebihi batas ruang pantat. Mau tiduran susah, mau melek bete.

Tapi setidaknya perjalanan panjang dai Garut Selatan-Bogor cukup terbayar dengan pengetahuan yang didapat setelah mengikuti Simposium dan Konggres Primata yang diadakan oleh Perhappi (Perhimpunan Ahli dan Pemerhati Primata Indonesia). Gratis pula.

Dari simposium tersebut saya jadi banyak tahu tentang keberadaan satwa-satwa khususnya primata atau keluarga monyet dan kera yang tersebar di Indonesia. Dari jenisnya, kondisinya, statusnya, hingga tantangan yang dihadapi ke depannya.

Semua orang tahu, menyadari dan merasakan bahwa bumi yang sedang dihuni saat ini berada dalam masa-masa mengkhawatirkan. Isu-isu yang tengah berkembang saat ini seperti Climate Change, Global Warming, Carbon, Ozon dan lian lian fokus menjadi sorotan utama untuk ditanggulangi.

so. Bagaimana dengan para monyet dan kera?

Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, keberadaan mereka sama pentingnya dengan isu-isu di atas. Meskipun kita akan berpikir tentang apa pentingnya para monyet dan kera bagi masyarakat yang hidup di kota? Tidak ada hubungannya antara kehidupan manusia di kota dengan para monyet dan kera penghuni hutan rimba.

Mungkin kita pernah dengar alasan tentang kenapa kita harus melestarikan satwa liar seperti “jika mereka punah, nanti anak cucu kita tidak bisa melihatnya lagi dan hanya tahu dari foto saja”. Boro-boro anak cucu saya, saya sendiri aja saat belum pernah lihat. Tahunya juga cuman dari foto dan film discovery channel.

Jawaban tersebut tidak salah, hanya saja arti penting dari keberadaan satwa liar lebih ke kepuasaan jika bisa dilihat. Lalu bagaimana jika keberadaan si monyet dan kera (termasuk pula satwa liar lainnya) mempengaruhi kualitas hidup manusia yang berkelanjutan. Dalam artian lain, melestarikan monyet dan kera sama dengan menyelamatkan bumi sama dengan menyelamatkan umat manusia itu sendiri.

Bagaimana proses tersebut bisa terjadi?

Point intinya sih tidak jauh dari habitat makhluk-makhluk berbulu tersebut, yaitu hutan. Permasalahan utama yang menjadi penyebab punahnya satwa lebih ditenggarai oleh kerusakan hutan sebagai habitatnya. Deforestasi, pembukaan lahan, pembalakan liar hingga fragmentasi habitat menjadi penyebab penurunan populasi mereka. Jadi bilamana tercetus upaya penyelamatan terhadap monyet dan kera, maka secara langsung mengarah kepada upaya penyelamatan hutan itu sendiri.

Upaya penyelamatan hutan dengan melibatkan monyet dan kera bisa macam-macam. Baik penetapan status kawasan menjadi kawasan lindung, ataupun hutan-hutan bekas penebangan/ pertambangan di hutankan kembali dengan perhitungan para ahli (ga asal tanam) atau pelepasliaran monyet dan kera hasil sitaan di hutan yang kondisinya masih baik dan terjaga untuk seterusnya.

Lalu kenapa harus menyelamatkan hutan? Ah klo pertanyaan ini jawaban simpelnya adalah oksigen. Everyone needs this.

Di sini saya memahami bahwa primata dengan segala kelucuannya ternyata memegang peranan penting. Memang tidak sepenuhnya kita sadari dan bisa dirasakan secara langsung manfaat yang mereka berikan kepada hajat hidup manusia. Kehadiran mereka di hutan juga memegang peranan penting dalam keseimbangan ekosistem. Walaupun itu hanya sebongkah feses, namun isi yang terkandung di dalamnya bisa menjadi cikal bakal ribuan pohon yang manusia sendiri malas untuk menanam. Dan manusia hidup karenanya.

Maka, menyelamatkan primata (dan juga satwa lain) bukan sekedar menghindari mereka dari kepunahan, tapi juga turut serta mencegah kerusakan bumi dari apa yang telah manusia lakukan. Pada akhirnya, semua kembali untuk anak cucu kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s