Yang Mistis Itu Orangnya

Pernah nonton film-film horor? Atau film-film yang dibintangi alm Suzanna. Suka lihat tayangan televisi uji keberanian di tempat seram? Pernah lihat aksi para pemburu hantu dengan botol ajaibnya?

Coba perhatikan dengan seksama ketiga contoh kasus di atas. Siapa coba boga lakon utamanya? Bukan artis, bukan presenter, bukan pula orang biasa yang diiming-imingi uang, tapi seorang yang tampak alim dengan tasbih dan sorban atau baju koko dan peci yang sangat mencirikan sekali bahwa setidaknya beliau adalah seorang pemuka agama, atau orang yang paham agama. Tidak usah saya sebut, pasti kebayang kan.

Masih sedikit nyambung dengan postingan sebelumnya tentang “nikah batin”. Rekan saya waktu itu mengatakan bahwa akan sulit sekali bagi si ibu yang melaksanakannya mendapatkan iham/ petunjuk dari sang gaib. Kenapa bisa begitu? Tak lain karena keyakinan si ibu yang berbeda dengan kami.

Beliau seorang katolik. (tidak ada maksud SARA dalam tulisan ini)

Pernyataannya itu membuat saya sedikit kesal, malu dan berpikir bahwa sesuatu yang berhubungan dengan kemistikan atau hal-hal yang cenderung “gaib” adalah milik keyakinan kami. Sungguh amat dangkal sekali.

Saya tidak menampik tentang keberadaan dunia gaib, tapi hal tersebut bukan berarti mencirikan tingkah laku salah satu keyakinan. Sesuatu yang berbau mistik bukan berasal dari agama, tapi dari budaya. Budaya lah yang membawa kita kepada nilai-nilai kekeramatan. Budaya yang membuat kita percaya bahwa keris, makam, pohon beringin terisi oleh sesuatu yang harus dihormati.

Berbondong-bondong orang datang ke tempat keramat dengan alasan “ziarah”. Lalu apa motifnya? Sekedar mendoakan atau ada keinginan yang ingin terpenuhi. Mendoakan siapa? Mendoakan dirinya sendiri atau mendoakan si penghuni tempat keramat. Bingung kan.

Dengan menyembah kepada sesuatu yang kita anggap keramat sama saja dengan Menuhankannya. Lantas apa bedanya dengan kaum-kaum Jahiliyah pada jaman Nabi Ibrahim.

Sungguh sangat menyedihkan bila keyakinan ini terus disangkutpautkan dengan hal-hal mistis. Setiap keyakinan pastinya mengajarkan kebaikan bagi umatnya. Dan ajaran kebaikan ini akan menuntun manusia untuk hidup lebih baik setiap hari.

Jadi yang mistik itu adalah orangnya, bukan keyakinannya.

-Manusia bodoh yang terjebak di antara dua dunia, dunia mistik dan dunia modern. Bingung mencari jati diri.-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s