Kerasukan Buang Hajat

Kejadiannya hari rabu kemarin. Kali ini pelakunya adalah seorang bapak-bapak berusia sekitar 45-50 tahunan. Bersama seorang temannya, mereka menginap di shelter Salim.

Mereka berdua berasal dari Karawang, Rengasdengklok. Rencana menginap dua hari. Tujuannya, kurang tahu.

Awal mula si bapak kerasukan saya kurang tahu, karena saya tidak berada di TKP. Namun menurut pengakuan teman saya Ocoy dan Bejo, kejadian tersebut bermula saat mereka sedang ngobrol-ngobrol. Tiba-tiba si bapak bertingkah aneh. Rokok yang sedang dihisapnya dilemparkan.

Sambil duduk bersila, kedua telapak tangannya kemudian dilekatkan seperti pertapa. Tubuhnya dirapatkan dan bergidik seperti diterpa angin dingin. Terus merapat hingga kedua lututnya menempel di dada.

Lalu dengan ekspresi seperti buang hajat, beliau berganti peran. Suaranya serak. Kedua kelopak matanya tertutup. Dan pembicaraan dengan kedua temanku pun berlanjut.

Si Ocoy kemudian meng-sms,
“aya nu kaasupan di shelter!” (ada yang kemasukkan di shelter).

Bergegas saya meninggalkan lokasi pengamatan menuju shelter.

Setibanya di sana, saya melihat mereka sedang duduk berhadapan. Layaknya murid yang sedang diceramahi.

Si bapak yang kerasukkan bener-bener seperti orang yang sedang ceramah. Pembicaraannya ngalor ngidul ngetan ngulon. Dari sidang paripurna, perjuangan pemuda, puasa putih, ziarah ke keraton jogja, menggoda wanita, pamit ke ibu, dan menyuruh kami mengambil kayu “kaboa” yang keramat.

Dan dengan santainya, temen aku malah menanggapi apa yang si bapak bilang. “iya, sumuhun.”
“iya, leres sae.”
“betul pak.”
Dan terkadang malah balik bertanya.

Si bapak yang dari awal kerasukkan udah merem sama sekali ga sadar sama kehadiran saya. Padahal saya duduk tepat di sebelah kedua teman saya tadi. Kami bertiga bukannya merasa takut, malah senyum-senyum cengegesan sambil sibuk mainin PDA.

Ga ada nuansa seremnya. Apalagi pas dia pamit pulang dengan gaya dan ekspresi yang sama. Buang hajat.

6 comments

  1. jendelakatatiti · Oktober 17, 2010

    Ceritanya menarik. Shelternya di mana sih Mas Agung? Salam http://jendelakatatiti.wordpress.com.

  2. mylitleusagi · Oktober 17, 2010

    seru..(^_^)sepertinya pilihan untuk ada disana gak salah ya, kali..kali aja setelah kamu kembali ke alam nyata, cerita..cerita ini bisa di bukukan..(^_^)

  3. Asop · Oktober 17, 2010

    Huahahaha… bisa ya terjadi seperti itu…😆

    • Ismail Agung · Oktober 18, 2010

      saya juga baru pertama kali lihat yang kerasukan pake ekspresi gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s