Kerasukan Sinden

Ada yang nyinden di hutan. Tenang, ini bukan suara gaib. Apalagi suara dewa. Kebetulan ada orang yang sedang nyanyi. Jarang-jarang saya mendengar nyanyian merdu. Malah seringnya denger lagu melayu mendayu-dayu macam Wali Band, Armada, d’Bagindaz, Angkasa dan band-band wadepak lainnya. Lagu kaporitnya Bejo & Ocoy.

(tak cukup satu tiiiinja, tak cukup satu te.i.en.je.a)

Waktu di shelter-nya Pak Salim, saya melihat dan mendengar seorang Ibu-Ibu tengah duduk dan menyanyi. Wajahnya sendu, tiada bersemangat. Namun menghayati lagu yang dinyanyikannya. Entah lagu apa, yang jelas dia sinden sunda.

Berhubung dikejar pengamatan. Saya mengtidakacuhkan tingkahnya. Paling membunuh rasa bosan. Pikir saya waktu itu.

Esok harinya, saya mampir lagi ke shelter Salim sekalian pengamatan di sekitar situ. Berinteraksi lah kami. Saya sambil pengamatan, dia sambil “ngaliwet”.

Mereka berlima (satu ibu-ibu) berasal dari Garut Bungbulang. Kedatangan mereka bukan sekedar ziarah semata, melainkan petunjuk dari eheum “makhluk gaib”.

Petunjuk tersebut datang melalui mimpi si Ibu. Bisa tidak bisa, mau ga mau, petunjuk tersebut harus dituruti. Petunjuknya adalah mendatangi Sancang. Padahal tuh Ibu baru saja punya bayi dan berusia 3 bulan. Dengan keterpaksaan ditinggalkanlah si bayi kecil. Ya ampun.

Tiba-tiba saat sedang asyik ngobrol, si Ibu tergolek lemas. Kayak orang darah rendah gitu. Si Ibu tersebut kemudian berbicara dengan bahasa sunda sambil meringkuk. layaknya Hudson di IMB, si Ibu berganti peran entah dengan siapa. Nyai nyi apalah saya lupa lagi.

Mencoba tetap tenang, tapi serem juga, penasaran apalagi.

Sesuatu yang merasuki si Ibu tadi kemudian meminta segelas kopi. Ternyata si Ibu ini gampang banget kerasukan. Dan klo udah kerasukan, permintaannya suka aneh-aneh. Minta rokok Dunhill lah, rokok Kansas, cerutu Cigarillos, dan kadang minta air beras. Ckckckck.

Sempet-sempetnya sesuatu yang merasuki si Ibu memberi pesan kepada saya untuk menjaga hutan. Yey.. Dikiranya saya POLHUT, mentang-mentang pake celana loreng. Hahahaha.

Kami langsung mengiyakan saja pesannya.

Sehabis itu si Ibu lalu meminta ijin untuk nyinden. Sayang, ga sempet kerekam. Saya nya kebingungan cari program voice recorder di HP. Eh pas tuh program dah siap ngerekam, si Ibu malah bilang “Ceukap sakieu wae. Hatur nuhun” (cukup sampai sini, terima kasih).

Akhirnya si Ibu sadar. Dan dia ga inget sama sekali apa yang terjadi tadi.

Si Ocoy kemudian sms.
“klo kerasukan lagi, request lagu Scorpio sama Wali!”

7 comments

  1. Dewi Rahma · Oktober 9, 2010

    serem juga…untung lagi siang2..
    kalo malem..Grrrrrrr…kabur yang ada..

    *itu makhluk gaib perlu dilestarikan juga kayanya..
    hebat euy,,pesennya nyuruh jaga hutan..
    makhluk gaib aja jaga,,kenapa kita ngga…hahahaha😀

    • denluc · Januari 1

      Mau aja di bohongin dasar bodoh tolol lagi bego lu. Nb sy smgg di hutan sancang ga ada apa apaaaaaaaaaaa waduuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkk yg bertada tangan di bawah ini………………………… kuncen pasir masigit

      • Ismail Agung · Januari 3

        Karek saminggu? aing mah genep bulan.. biasa wae.

  2. thisisrizka · Oktober 9, 2010

    wah, saya ketagihan Sancang Saga (lebih seru ketimbang Twillight Saga nih kayaknya) hehehe…

    sayang sekali, besok-besok direkam ya kang!

  3. mylitleusagi · Oktober 11, 2010

    wah seru ya ternyata petualangannya.
    he…he..he..he
    kalau aku mah udah kabur..😀

    • denluc · Januari 1

      Balaloho kabeh ari sia nu kitu patut di tanggap…..weka weka weka weka……

      • Ismail Agung · Januari 3

        Maneh ku naon mang? Kawas kasurupan nulis teh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s