Sehari Bersama Amelia

Sama halnya dengan manusia, owa juga pengen punya nama. Nah dipostingan kali ini, saya mau memperkenalkan salah satu owa tercantik di Sancang.

Tahun lalu saya pernah posting tentang dia. Tapi ga rugi-rugi amat kan klo saya nulis lagi. Soalnya lain dulu lain sekarang, lain hidung lain pula belangnya.

Owa satu ini Melissa beri nama Amelia. Dia kasih nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada guru bahasa Indonesia-nya di Amrik sono yang punya nama sama.

Setahun berlalu, entah kebetulan atau suratan nasib, saya malah dapat “kabogoh” dengan nama yang sama tapi beda sehuruf.

Guru bahasa Indonesia = Amelia
Owa = Amelia
Guru bahasa Indonesia = owa
Pacar = Amelia

Jadi,
Pacar saya adalah owa yang jadi guru bahasa Indonesia.
Atau,
Pacar saya adalah guru bahasa Indonesia padahal owa.

Amelia disinyalir berjenis kelamin betina. Meskipun belum pernah lihat alat vitalnya secara kasat, namun dari tingkah lakunya yang kerap kali melakukan vokalisasi (bernyanyi) jadi kami memastikan bahwa dia doyan estrus (menstruasi).

Kondisi Amelia kurang lebih sama dengan kondisi pacar saya yang di Bandung. Sama-sama kesepian. Bedanya, yang di sini mah kesepian karena ga punya pacar sedangkan yang di Bandung ditinggal pacar. Kasian banget.

Umurnya, kira-kira kurang dari 10 tahun. Tapi sudah cukup dewasa.

Lebih dari itu, kondisi Amelia sepertinya tidak memungkinkan untuk mendapatkan jodoh. Habitat tempat dia hidup terfragmentasi. Klo pun dia mau, dia harus nekat menyeberangi sungai dan nekat masuk ke teritori owa lainnya. Atau klo mau dia jadi istri kedua owa jantan lain.

Hingga setahun ini dia masih tetap setia dengan kesendiriannya. Bahaya yang sebenarnya cukup mengancam akan eksistensi satwa liar dilindungi adalah kerusakan habitat. Kita tidak akan tahu sampai kapan daya dukung alam dapat memenuhi kebutuhan hidup makhluk yang ada didalamnya, including a human (the smartest species of the world).

Sehari kemarin saya lumayan cukup banyak bisa mengamati Amelia. Jarang-jarang saya bisa men-scan data sampai +-4 jam. Dari aktivitas dia yang cuman duduk di ujung dahan, bergelayutan, makan, dan yang paling luar biasa adalah melihatnya boker.

Sumpah keren banget. Sambil jongkok menyamping di dahan, tangan berpegangan ke atas. Lebih edannya lagi dia menunjukkan belahan pantatnya yang semok. Tahu aja dia klo ada yang ngintip.

Dan hajat itu terjun bebas dengan mengucapkan selamat tinggal kepada lubang anus.

Saya penasaran sama komposisi ee-nya owa. Ya siapa tahu klo ternyata dia makan berlian. Bisa kayak mendadak ogut.

Mimpi kali yee….

Menjelang siang ke sore kami berpisah. Entah kemana dia pergi. Mungkin cari tempat yang pewe buat tidur. Ya weis lah, met istirahat.

See you next time Amelia.

7 comments

  1. thisisrizka · Oktober 6, 2010

    ahaha, sepertinya menyenangkan kang! apalagi melihatnya buang hajat.. *penasaran sama ekspresi mukanya lagi mengejan* wekekeke..😛

    untung namanya bukan Amalia, kalau Amalia, jadilah namanya mirip saya.. >,<

    • Ismail Agung · Oktober 6, 2010

      Masih ada 3 ekor owa lagi yang belum dikasih nama. Kamu mau?

      Hahahahaha

      • thisisrizka · Oktober 7, 2010

        ahaha, nggak seru ah, masa ada yg namanya Amalia dan Amelia. ntar kalau yg satu dipanggil, nengok dua-duanya..😛

      • Ismail Agung · Oktober 7, 2010

        Ya saya kasih nama rizka lah.

      • thisisrizka · Oktober 7, 2010

        gak papa deh, asal jangan Rizka Amalia. >,<

  2. Ping-balik: Tweets that mention Sehari Bersama Amelia « U n g ' s -- Topsy.com
  3. dLa · Oktober 14, 2010

    tadinya mau ikut komen lebih jauh, tapi tiba” jadi males yaaa, heu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s