Lebaran Hijau, Saatnya Minta Maaf Sama Bumi

Udah sepatutnya kita saling memaafkan pada Hari Raya Idulfitri. Baik segala kesalahan yang disengaja ataupun tidak sengaja.

Begitu juga dengan bumi. Sudah selayaknya kita meminta maaf pada bumi atas segala kerusakan yang selama ini terjadi dan hampir semuanya disebabkan karena ketidaksengajaan kita sebagai manusia yang seringkali hilap.

Tentunya, setelah meminta maaf sama bumi kita harus berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mungkin kesalahan kita sama bumi kehitung banyak, tapi selalu ada pintu maaf bagi mereka yang berusaha.

Nah sebagai permulaan meminta maaf sama bumi, ada hal-hal kecil yang bisa kita lakukan saat merayakan hari raya Idulfitri antara lain:

1. Hati bersih dan suci tidak dilihat dari pakaiannya. Lebaran selalu identik dengan yang namanya baju baru. Padahal lemari baju kita masih penuh dengan pakaian yang masih layak pakai. Menambah baju baru sama dengan menambah jumlah karbon yang dihasilkan dari pabrik baju. Jika kita kreatif, baju lama yang masih oke bisa dimodifikasi dan tampak terlihat menjadi baru (lagi). Kalaupun mau membeli baju baru, hendaknya pilih yang bisa sering digunakan atau menjadi pakaian khusus dalam menyambut hari raya sehingga tahun depan tidak perlu beli lagi.

2. Sajikan dengan cangkir. Kebiasaan menyuguhkan tamu dengan secangkir minuman tampak mulai tergeserkan dengan keberadaan air minum cup. Alasannya cukup sederhana yaitu malas mencuci. Penggunaan air minum cup hanya akan menambah jumlah sampah plastik dan turut berkontribusi dalam pengurangan sumber daya minyak sebagai bahan baku plastik. Selain itu pula, minuman berasa dalam kemasan cenderung mengunakan bahan-bahan kimia sebagai pengawetnya. Mau mengorbankan tamu, suguhkan saja minuman dalam kemasan.

3. Hidangan secukupnya. Ketupat, Opor Ayam, Sambal Kentang Goreng Ati, Rendang, Capcay, dan aneka tumisan lainnya. Belum lagi ditambah dengan kue-kue. Yakin makanan itu semua akan habis? Atau bersisa dan menjadi sampah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, jika makanan tersebut malah bersisa alangkah baiknya dikurangi. Atau jika perlu sajikan secara bertahap sehingga saat suasana lebaran sudah berlalu, hidangan di atas meja makan selalu terasa lebaran.

4. Saya pilih membawa tikar. Hindari memilih menggunakan alas dari koran. Jika memang terpaksa, bereskan kembali koran bekas yang telah digunakan. Kumpulkan di satu tempat khusus jika memang pengepul koran bekas akan mengambilnya. Bawa pulang kembali ke rumah jika tidak ada pengepul atau tempat sampah yang disediakan. Dengan menggunakan tikar setidaknya kita mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan berbagi alas kepada saudara kita yang lain.

Mudah-mudahan bukan hal sulit untuk bisa dilakukan. Bertindak sekarang, esok lebih baik. Selamat lebaran!

Hati suci, Bumi berseri

One comment

  1. ysalma · September 15, 2010

    Selamat Lebaran Idul Fitri 1431H,
    Mohon Maah Lahir Bathin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s