Puasa Karbon di bulan Ramadan

Selamat berpuasa bagi teman-teman yang menjalankannya. Semoga di bulan suci dan penuh berkah ini, puasa dapat mempertebal rasa iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Puasa Karbon?

reduce-carbon-footprint Entah apa yang pertama kali terlintas di kepala saat mendengar atau membaca judul ini. Ya, puasa karbon, Saya menemukan dan membaca frase ini pada salah status twitter yang saya ikuti. Jika pengertian puasa pada umumnya adalah menahan hawa nafsu duniawi, maka puasa karbon mungkin artinya tak lebih dari menahan diri untuk tidak menghasilkan karbon secara berlebihan.

Karbon yang dimaksud di sini adalah karbon senyawa kimia yang merupakan salah satu unsur penyusun bahan organik. Karbon yang setiap harinya selalu kita hasilkan dari proses respirasi. Karbon yang setiap harinya berasal dari proses pembakaran. Ya betul karbon yang itu, yang saat ini menjadi pemicu utama efek rumah kaca dan penyebab momok seluruh umat manusia yang semakin terkenal dengan istilah Global Warming.

Secara wajarnya, karbon memang selalu ada di sekeliling kita. Namun dalam perkembangannya jumlah karbon yang bertebaran di muka bumi ini semakin banyak karena disebabkan oleh aktivitas manusia yang semakin kompleks. Jumlah penduduk dunia yang semakin bertambah hingga 5 milyar, kendaraan yang semakin padat merayap, pabrik-pabrik yang semakin mengepul, gaya hidup yang semakin boros, sumber daya alam yang semakin habis hanyalah salah satu cerita yang ditenggarai sebagai penyebab bertambahnya jumlah karbon di muka bumi.

Sedangkan penyeimbang alaminya yang tak lain dan tak bukan adalah pohon, dimana pada proses respirasinya menggunakan Karbon (CO2) sebagai bahan utamanya,justru semakin berkurang jumlahnya akibat aktivitas manusia yang semakin kompleks tadi.

Lalu apa hubungannya dengan puasa karbon?

Karena kebetulan saja sedang bulan puasa, kenapa juga kita tidak melakukan hal yang sama untuk bumi ini. Caranya bisa macam-macam, semisal menggunakan angkutan publik yang tersedia, menebeng, jalan kaki dan bersepeda pada jarak dekat, efisiensi energi rumah tangga, kurangi produksi sampah, banyak beribadah (ngabuburit di masjid daripada di Mall, hehehe) atau memperpanjang usia barang yang kita miliki dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk mengurangi karbon.

Puasa Karbon bisa juga dilakukan dengan sikap hemat terhadap pengeluaran. Semisal mengurangi agenda belanja Hari Raya, semisal baju baru dan sejenisnya. Baju baru juga karbon loh, karena pada proses pembuatan baju tersebut ada karbon yang dihasilkan. Selama baju lama kita masih layak pakai, kenapa juga harus mewah-mewahan. Jadi, jika memang kita masih memiliki pakaian yang layak pakai, kenapa tidak untuk menggunakannya selama mungkin. Toh hati bersih tidak dilihat dari pakaiannya.

Jadi, kenapa tidak melakukan Puasa Karbon selama bulan Ramadan. Puasa Ramadan mengejar pahala, Puasa Karbon mengejar bumi yang lebih baik.

amin.

4 comments

  1. thisisrizka · Agustus 27, 2010

    akhirnya, setelah sekian lama, blog akang mulai memposting yg hijau-hijau lagi..🙂

    • Ismail Agung · Agustus 27, 2010

      Iya dongs.. bagaimanapun juga, meskipun ini adalah blog pribadi tapi idealisme lingkungannya harus tetap dipertahankan.

  2. abu4faqih · Februari 14, 2011

    ‘Puasa Karbon’ ide yang brilian, asal tidak diikuti dengan ‘Berbuka Karbon’ dan ‘Lebaran Karbon’ aja karena adatnya orang kita saat berbuka dan lebaran konsumsi berlipat-lipat bahkan dari hari biasa. Nice blog. Salam dari Depok, saya kangen Bandung oy …

  3. Gamis Baru · Agustus 9, 2014

    ada juga yang seperti itu ya kak?
    sip, banyak hal yang masih harus saya ketahui

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s