How Old Can You Go!!

Tulisan berikut memang berkaitan erat dengan yang namanya umur, tapi saya tidak akan membicarakan tentang umur seseorang baik itu si nenek dan si kakek tetangga sebelah yang sudah uzur atau gadis manis yang menawan hati namun hingga kini masih sendiri saja. Hush, bulan puasa nggak boleh ngomongin orang ah, ga baik.

Ceritanya dimulai ketika saya ikut hadir pada salah satu acara buka bareng yang diselenggarakan oleh teman-teman YPBB (link ada pada sidebar bagus untuk dikunjungi) yang bergerak di bidang kepedulian terhadap lingkungan. Di salah satu sessi dari acara buka bareng tersebut, rekan-rekan YPBB mengadakan sebuah kuis yang bertajuk “How Old Can You Go”. Pada sessi ini, para peserta yang mengikuti kuis akan memamerkan barang yang dibawanya dan mempresentasikannya.

Kurang lebih ada sepuluh jenis barang yang dibawa oleh peserta untuk dipamerkan dan dilombakan. Ada sendok, sarung, kotak perhiasan, pencukur jenggot, sorban bahkan katel pun turut hadir memeriahkan. Setiap peserta yang membawa barang tersebut kemudian bercerita tentang kisah dari barang yang mereka bawa, baik usianya, silsilah, dan kisah perjalanan yang menyertainya hingga saat ini.

how old can you go (2) how old can you go (1) how old can you go (9)
how old can you go (7) how old can you go (5) how old can you go (4)
how old can you go (8) how old can you go (6) how old can you go (3)
klik pada gambar untuk melihat lebih besar.

Yang sangat mengagumkan dari semua benda tersebut adalah bukan saja memiliki usia yang cukup tua (melebihi umur saya) namun benda-benda tersebut masih tetap berfungsi seperti saat pertama kali digunakan. Pencukur jenggot milik Pak Dori yang sempat menganggur namun akhirnya terpakai kembali, wajan Anil yang penuh dengan kisah romansa antara ibu dan bapaknya, sarung Irma yang sudah berpetualang masuk keluar hutan, dan juga sendok garpu Bapak David yang memiliki inisial kakek buyutnya “OBH”. Kesemua barang tersebut masih layak untuk digunakan dan pada generasi berikutnya pun saya kira masih bisa bertahan.

Setelah melalui proses seleksi dan voting yang sangat ketat, akhirnya penghargaan How Old Can You Go jatuh kepada barang yang dibawa oleh Ibu Tini yaitu sikat pembersih debu. Benda yang awalnya adalah hadiah untuk mendiang ayah beliau yang berprofesi sebagai penjahit jas, kini benda tersebut masih digunakan sebagaimana fungsinya dulu membersihkan kotoran atau debu yang menempel pada baju. Boleh saya katakan benda ini sangat unik, karena saya belum pernah melihat sikat dengan bentuk biasa-biasa saja namun fungsinya luar biasa.

Dari kuis ini saya menyadari satu hal yaitu perkembangan dunia saat ini memaksa manusia untuk menggunakan barang-barang yang bertahan tidak cukup lama. Manusia dituntut untuk menjadi budak-budak konsumerisme yang selalu tidak pernah puas untuk memiliki. Selalu ada yang baru, dan selalu ada yang lebih canggih. Lalu apa yang kita hasilkan dari benda-benda berumur singkat? Tak lebih dari sampah yang sudah ketinggalan zaman.

Pesan sponsor: Gunakan kembali untuk mengurangi, reuse to reduce.

6 comments

  1. anil · Agustus 25, 2010

    keren keren keren
    waw,,,agung masih tetep rajin menulis,,,

    sebagai peserta lomba juga, aq ikut seneng bisa ikutan lomba unik ini..
    dari lomba ini didapat kesan bahwa: yang keren itu justru kalo kita REUSE barang selama mungkin. misalnya, kalo clana panjang, pakailah sampai titik penghabisan,,kalo pas bagian dengkulnya bolong maka tembellah,dan pake sampai ledeh (yang ini pengalaman pribadi heu2,,)

    terkait crita baju bolong, bisa juga liat crita tentang pa koko yang ditulis oleh bunda nih http://green.kompasiana.com/group/limbah/2010/08/20/david-sutasurya-sang-pahlawan-lingkungan/

    oya, skalian ralat,,,kisah katel di atas, bukan kisah romansa ibu&bapak tapi kake&nene. Kurang romantis gimana coba? mreka beli katel tsb di tahun kedua menikah,berdua sasapedahan dari cimahi ke bandung hihihih

    • Ismail Agung · Agustus 25, 2010

      hatur nuhun atas komentar, tambahan dan ralatnya dari Emak Anil.

      jadi pengen kayak kake&nene nya Anil, sepedaan berdua, dibonceng pula.. duh mesranya.

  2. ajeng sekar · Agustus 25, 2010

    wahh.. aku jadi ngubek-ngubek rumah, tapi berhubung terhitung baru tinggal di bandung jadi kalo aku disini gak punya barang lama..

    mungkin kalo dirumah eyang yang di surabaya ada banyak deh yang tuaaaaaaa banget barangnya ;p seru yah..

    • Ismail Agung · Agustus 25, 2010

      mangga Jeng diubek sampe puas. sekalian ngubek barang-barang yang sekiranya bisa kepake klo (nanti) berumah tangga sama aa M*B… hihihi

  3. alamendah · Agustus 25, 2010

    (Maaf) izin mengamankan KELIMAAAX dulu. Boleh, kan?!
    Barang2 yang berada disekitar kita semakin hari semakin barang yang berusia pendek. Bahkan banyak yang sekali pakai (hanya beberapa menit) untuk selanjutnya menjadi sampah hingga puluhan tahun

    • Ismail Agung · Agustus 27, 2010

      lebih jelasnya Om alam bisa nonton film pendek yang berjudul Story Of Stuff

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s